AdSense vs Affiliate Marketing, Mana yang Lebih Bagus?

Beberapa pekan yang lalu, blog ini mengalami masalah sampai tidak bisa diakses selama hampir dua pekan. Saat mendadak tidak punya blog itu, saya jadi merasa seolah harapan untuk mendapat income dari AdSense – yang selama ini saya pikir adalah jalan paling efektif – langsung menguap. Walaupun sampai saat ini pemasukan dari AdSense di account saya belum mencapai $20, namun saya merasa sangat gusar.

Saat itu saya jadi melirik berbagai cara lain, salah satunya adalah dengan ikut Amazon Affiliate. Yaitu sebuah program kerja sama kita dengan AmazonΒ dalam mempromosikan produk mereka. Cara secara teori ini lebih flexible, semua orang bisa melakukannya, bukan harus pemilik blog/situs. Karena kita bisa saja menawarkan produknya di twitter atau juga Pinterest.

AdSense vs Affiliate Marketing

Setelah blog kembali aktif, saya tetap saja makin tertarik dengan Affiliate marketing lainnya, karena ternyata sebelumnya beberapa posting saya tentang hosting Masterweb.net itu juga merupakan affiliate/afiliasi. Account hosting saya sudah mendapatkan pendapatan dari sana, bahkan saya berniat untuk lebih sering memposting tentang hal itu agar April tahun depan saat tagihan hosting blog ini datang saya tidak perlu membayar, bahkan dibayar!

AdSense vs Affiliate Marketing

Setelah saya mengadakan perbandingkan keungulan dan kelemahan dari AdSense dan Affiliate Marketing, ada beberapa kesimpulan yang saya dapatkan;

AdSense

Keungulan AdSense

Keunggulan AdSense adalah backup yang kuat dari perusahaan penyedianya, Google. Sehingga slot iklan yang anda pasang di blog lebih sering terisi dari pada tidak. Untuk keyword blog anda yang beragam sekalipun pasti akan selalu ada, karena pengguna Google AdWords juga sangat luas area bisnisnya.

Kelemahan AdSense

Namun Google AdSense juga memiliki kelemahan, salah satunya seperti yang saya sebutkan dalam posting tentang bisnis hosting indonesia kemarin. Saat terlalu sedikit penyedia konten di internet (blog/website) dalam satu keyword, beberapa produk yang sebenarnya saling bersaing bisa saja ditampilkan dalam satu slot iklan sekaligus, hal ini tidak efektif.

Di samping itu, batas limit pay out AdSense yang hingga $100 juga bukan angka yang terlalu mudah untuk dilewati pemain baru seperti saya ini, angka myang saya sampaikan di atas adalah akumulasi selama hampir 8 bulan loh!

Affiliate Marketing

Keungulan Affiliate Marketing

Affiliate marketing lebih bisa dipantau aktifitasnya. Karena penghitungan jumlah referal link yang kita berikan bisa dilihat langsung dari statistik situs. Di dashboard blog kita, apa saja yang di klik pengunjung terlihat, sehingga kita bisa membandingkan laporan bulanan dengan statistik tersebut sebagai pembanding. Berbeda dengan Google AdSense yang kebanyakan slot iklannya adalah iframe yang tidak terlacak.

Affiliate marketing juga memberikan kejelasan tentang income yang kita dapat saat berhasil mengantarkan user pada sebuah produk. Berapa % bagian yang kita terima dari setiap ada user yang mendaftar/membeli produk setelah meng-klik link referal dari kita lebih jelas. AdSense agak pelik dalam penghitungan ini, ada CPM, CTR dan lain – lain yang digunakan dalam menentukan komisi kita, sehingga satu klik hari ini, belum tentu sama nilainya dengan satu klik besok pagi.

Affiliate marketing juga tidak membuat blog kita terkesan kurang rapi, link affiliasi dapat kita sisipkan di antara kata – kata dalam posting. Berbeda dengan link slot AdSense yang walau berupa text tetap saja terkesan kurang rapi, karena keberadaannya yang mengumpul. User cenderung tidak menilai buruk link dari affiliate, sehingga kemungkinan untuk di klik juga lebih tinggi.

Media periklanan lain dari affiliate marketing yang berupa banner tidak membuat blog kita terkesan ‘murahan’. Karena apa yang ditampilkan konsisten, berbeda dengan iklan AdSense yang gonta – ganti produk/konten. Tingkat kepercayaan user akan lebih tinggi dalam keadaan seperti itu, ditambah lagi dengan usaha kita untuk terus – menerus memberikan informasi positif tentang produk tersebut.

Saat semakin banyak kita bercerita tentang sebuah produk, dan user melihat banner itu – itu saja yang ditampilkan, rasa penasaran dalam hati mereka akan membawa mereka untuk mencoba meng-klik, membuktikan apa yang kita ceritakan sebelumnya.

Affiliate marketing membuat blogger lebih produktif. Berulang kali saya baca di internet, membuat blog dengan penghasilan yang menjanjikan itu akan lebih mudah saat blog kita memiliki tema yang sesempit mungkin. Karena saat kita mempersempit cakupan blog, kita akan membuat lebih banyak orang yang tertarik pada bidang yang sempit tertarik pada blog kita. Kemungkinan mereka untuk berlangganan blog kita akan jauh lebih tinggi karena artikel kita banyak membantu mereka.

Saat berfokus pada satu tema, kita juga akan lebih produktif dan konstruktif dalam merencanakan posting dan produk yang akan kita jual, kemungkinan untuk mengikuti tren yang sedang booming juga masih bisa kita lakukan. Ambil contoh kita membuat blog tentang tablet, sehari – hari kita bisa membahas berbagai produk tablet yang kita arahkan ke Amazon, saat iPad terbaru hadir, biasanya volume pencarian di internet juga akan melonjak, kita juga bisa menulis tentang iPad terbaru itu.

Kelemahan Affiliate Marketing

Sejauh ini kelemahan Affiliate Marketing yang saya temukan ada dua. Yang pertama adalah pembatasan produk yang bisa kita sertakan dalam blog saat kita ikut dalam situs broker affiliate marketing, contoh situs ini adalah ShareASale. Sebelum kita memperoleh pay out pertama kita hanya bisa mengiklankan produk yang pertama kali kita ajukan saat mendaftar.

Beberapa merchant (situs dari produk asal) meminta kita untuk mengisi form EW-8 dari IRS (badan perpajakan Amerika), saat apa yang kita ajukan dinilai kurang pas dan pengajuan kita ditolak, pembayaran yang semestinya kita peroleh juga akan dipending dulu.

Kesimpulan AdSense vs Affiliate Marketing

Pilihan bergantung pada anda, saya lebih memilih affiliate marketing saja, tanpa sadar, link yang kita taruh di internet beberapa bulan lalu bisa berbuah manis juga pada kita, itu yang saya lihat ketika melihat angka $9 nangkring di account Themeforest.net saya kemarin.

Ada beberapa keunggulan lain dari Affiliate Marketing di banding AdSense, namun posting ini sudah 900 kata lebih, saya khawatir anda bosan untuk membacanya. Lain kali mungkin bisa dilanjut. Kalau anda punya berbagai pengalaman yang ingin dibagi atau pertanyaan jangan ragu untuk berkomentar πŸ™‚

14 pemikiran pada “AdSense vs Affiliate Marketing, Mana yang Lebih Bagus?”

  1. Mungkin sedikit saya tambahkan kelemahan adsense yaitu terlalu sensitif dalam memantau setiap blog atau website yang memasang iklan dari adsense kemudian susah untuk di approve (berdasarkan pengalaman). Dari dulu sampai sekarang saya ajukan pendaftaran di GA, tak pernah diterima diterima…

    • Hahahaha… Kalau dulu saya sudah punya accoun Adsense satu, tapi saya hapus gara – gara pengen pakai email yang satunya + ga dapet apa- apa walau udah diapprove lebih dari setahun :mrgreen: Akhirnya kemarin bisa, tapi yang saya gunakan adalah blog saya yang berbahasa Inggris.

      Tapi sekarang AdSense sudah support bahasa Indonesia masak masih sulit juga mas?

        • Memang caranya gimana mas, kalau seingat saya tinggal mengajukan seperti biasa di https://www.google.com/adsense/v3/signup?hl=en_US&utm_content=nsufv1, dengan login di account google kita dulu. Tinggal nerusin ke step selanjutnya terus khan.

          Dulu yang pertama saya ajukan juga blog ini, dengan pertimbangan konten yang sudah lebih banyak, tapi langsung di deny permintaan saya.

          Saya coba mengajukan sevenroots.com yang postingnya di bawah 40 buah, traffic yang jauh lebih rendah malah langsung diapprove, mungkin karena semua bahasa Inggris kali ya?

          Mungkin blog mas Agung perlu mengurangi iklan yang sudah ada dulu, karena kalau konten saya rasa blog mas Agung sudah terlalu banyak isinya πŸ˜€ baca juga https://www.google.com/adsense/localized-terms mungkin ada peraturan Google yang tanpa sengaja dilangar.

          Sekian, moga membantu πŸ™‚

        • Waduh… dapat lagi masukan dan ilmu baru nih dari Mas Tiyo (maaf kalau salah nyebut nama). Saya memang pernah membaca artikel teman tentang cara cepat di approve oleh google adsense and salah satu poin yg dibahas disitu adalah kurangi iklan-iklan dari layanan PPC lain dan ada pula yg berkomentar bahwa google tidak mau iklannya digabung dengan iklan-iklan lainnya. Kurang lebih begitulah apa yg saya ingat pada postingan itu mas…

        • Saya rasa juga begitu mas, samakan saja dengan kalau ada orang yang mau menjual sesuatu, saat mengajukan proposal, supplier pasti lebih senang kalau yang akan dijual oleh penjual tersebut hanya produk mereka saja, tidak sama – sama dengan produk dari saingannya juga πŸ™‚

  2. Ping-balik: Agung Talaga, Teman Blogger Terbaik dari Talaga - Sultra
  3. Mantap om ilmu marketingnya. Kalo boleh tanya? Misalkan blog saya terdapat 2 banner iklan dari 2 platform berbeda pertama dari beatchange dan 1 lagi dari adnow dan saya ingin mendaftar adsense apakah harus dihapus 2 iklan tsb?

Tinggalkan komentar