Affiliate Marketing vs PPC; AdSense, Chitika, Bidvertiser, Pemasang, AdsenseCamp

Affiliate marketing vs PPC, menarik memang untuk dibahas. Antara akhir Oktober dan pertengahan Desember lalu saya mencoba sedikit peruntungan dengan memasang iklan di blog ini dari beberapa partner seperti Chtika, BidVertiser, AdsenseCamp dan juga yang terakhir Pemasang.com.

Beberapa teman – teman blogger yang sering berkunjung di sini mungkin menyadari hal ini, karena banyaknya iklan yang bermunculan disini.

Sekitar minggu kedua Desember saya putuskan untuk mencabut satu – persatu iklan itu, kecuali AdSense, karena saya sampai pada satu kesimpulan final;

Saya tidak bisa bermain PPC, dengan berbagai kombinasi penempatan iklan, dengan jumlah traffic yang alhamdulillah stabil di kisaran 400+ saat itu per hari. Nothing I get in return.

Alih – alih recehan yang saya dapat meningkat, yang ada blog makin mengkhawatirkan tampilannya dan pembaca jadi tidak nyaman πŸ™

Bahkan sampai dianggap mengandung malware karena script iklan dari salah satu penyedia iklan tersebut. Dari situlah lahir posting tentang affiliate marketing vs PPC ini πŸ™‚

Affiliate Marketing vs PPC (Chitika, BidVertiser, Pemasang.com AdsenseCamp); The Stats

Kenapa bisa sampai pada kesimpulan itu? Saya bisa menyimpulkan PPC bukan hal yang bisa saya lakukan dengan baik karena dari data yang ada saya merasa blog ini dihargai terlalu murah, Dari ribuan tampilan iklan yang ada, menghasilkan beberapa puluh klik yang bernilai dibawah $0.5.

Mungkin agak lebay, tapi biar makin terbuka saya bagi sekalian deh data ads impression sama click juga hasil yang saya peroleh dari para broker iklan PPC ini;

Statistik Iklan dan pendapatan Chitika.com

Affiliate Marketing vs PPC ChitikaTergelitik saya melihat media partner Darren Rowse ini, kenapa bisa begitu menyedihkan ya hasilnya, padahal dalam memunculkan iklannya, Chitika sudah pol – polan dengan pop up dan berbagai macam gangguannya. Mungkin karena mereka dari luar kali ya, jadi iklan yang relevan jarang ada untuk blog kacangan seperti AboutTiyo.web.ID ini πŸ˜€

Statistik iklan dan pendapatan dari BidVertiser

Affiliate Marketing vs PPC BidVertiser

BidVertiser, well kayaknya bagus juga, tapi nilai bid yang rendah terutama bagi publisher pemulanya sangat tidak sesuai bagi saya nampaknya. Karenanya saya putuskan juga untuk melepas iklannya.

Iklan yang dimunculkan juga kadang banyak yang shady seperti tombol download dimana – mana itu saya agak kurang nyaman. Terutama takut kalau pembaca saya banyak terkena malware setelah mengunjungi halaman produk iklannya.

Statistik iklan dan pendapatan Pemasang.com

Affiliate Marketing vs PPC Pemasang.com

Salah satu layanan penyedia iklan lokal baru yang saya ikuti beberapa waktu lalu, saya senang dengan design webnya yang bersih dan rate per klik yang ditawarkan ke blogger sekitar 400 rupiah. Dapat satu klik dengan nilai segitu bisa dibilang lumayan sebenarnya.

AdsenseCamp?

No click, no money for even a dime :mrgreen:

Affiliate marketing vs PPC; Solusi saya

Saya akhirnya sekarang memutuskan untuk mengurangi iklan dari penyedia iklan tersebut, tapi saya putuskan untuk tetap meninggalkan banner affiliasi mereka di sidebar. Karena siapa tahu ada yang butuh untuk tahu alternatis dari Google AdSense yang daftarnya lebih mudah dan cepat diterima.

Affiliate Marketing vs PPC; Bagaimana dengan AdSense?

Saya putuskan untuk tetap menggunakan AdSense karena Google tidak dapat dipungkiri adalah pemain terbesar di sini. Walau sekarang saya belum bisa bermain PPC dengan baik, mungkin satu saat nanti saya akan bisa menggunakannya dengan baik.

Di samping itu, iklan dari Google juga memiliki tingkat relevansi yang bagus dan sekarang saya sudah memiliki saldo $60+ jadinya sayang untuk saya tutup akunnya. Itu adalah receh yang secara perlahan saya kumpulkan sejak November 2011 πŸ˜›

Memangnya berapa sih pendapatannya dari affiliasi mas?

Well, I can’t tell exactly. Karena sejak akhir tahun lalu blog ini memang belum pay out dari mana – mana. Ada sih beberapa yang masuk, dari hosting masterweb dan juga Lazada. Tapi karena belum memenuhi kuota untuk pay out jadinya belum ada yang masuk rekening.

Tapi kalau mau diitung jumlahnya, jelas jauh dibanding PPC. Dari affiliasi itu saya tercatat sudah membukukan beberapa ratus ribu.

Beberapa bulan hanya dapat ratusan ribu? Suck, bisa nggak sih mas nyari duit dari blog??Β 

Well, saya akui dari beberapa blog yang saya kelola, ini adalah blog dengan jumlah traffic paling banyak dari blog lainnya. Terutama sejak artikel tentang cara download video YouTube tanpa software merangsek halaman pertama. *thanks mas Adheens*

Tapi kalau dilihat dari pemasukan, blog ini masih kalah dari blog saya dengan jumlah pengunjung di bawah 100/hari. Karena saya bermain dengan $ di sana, bukan Rp, hehehe…

Jadi apakah PPC seburuk itu?

Ah tidak bisa dianggap sama juga, tiap blog itu unik. Mulai dari sumber traffic, pembacanya sampai metode mencari pendapatannya (baca=business model πŸ™‚Β ) berbeda – beda. Apa yang tidak bekerja di blog ini, bisa jadi sangat efektif di blog kamu.

Banyak cara untuk mencari duit dari Internet dan blog, yang terpenting kita mau untuk berusaha menulis yang berkualitas hingga setiap hari ada yang mengunjungi blog. Baru setelah itu kita tempelkan iklan yang sesuai sambil berharap receh menghampiri rekening kita.

Begitu mengikuti sebuah penyedia PPC atau juga affiliasi, kita harus selalu berusaha belajar untuk memahami bagaimana system bekerja secara maksimal untuk meningkatkan tingkat klik dan konversi.

Saya juga sadar kalau blog ini masih perlu dioptimalkanΒ untuk bermain PPC atau affiliate marketingΒ agar bisa lebih profitable.

Mari sama – sama belajar, semoga posting tentang affiliate marketing vs PPC ini berguna bagi sesama, dan silahkan di share jika berkenan. Saya tunggu juga pendapat dan sharing pengalamannya di kolom komentar ya πŸ™‚

29 Comments

  1. Hyu 14 Januari 2014
    • Tiyo Kamtiyono 14 Januari 2014
      • Hyu 25 Januari 2014
  2. ibrahim sukman 14 Januari 2014
    • Tiyo Kamtiyono 15 Januari 2014
  3. Hany 16 Januari 2014
    • Tiyo Kamtiyono 16 Januari 2014
  4. Fajar 19 Januari 2014
    • Tiyo Kamtiyono 21 Januari 2014
  5. ari.srg 19 Januari 2014
    • Tiyo Kamtiyono 21 Januari 2014
  6. Topjer 19 Januari 2014
    • Tiyo Kamtiyono 21 Januari 2014
      • Topjer 21 Januari 2014
        • Tiyo Kamtiyono 24 Januari 2014
  7. Rivaldi 21 Januari 2014
    • Tiyo Kamtiyono 21 Januari 2014
  8. xrismantos 23 Januari 2014
    • Tiyo Kamtiyono 24 Januari 2014
      • umar 27 Januari 2014
        • Tiyo Kamtiyono 27 Januari 2014
  9. Agung Talaga 28 Januari 2014
    • Tiyo Kamtiyono 28 Januari 2014
      • Agung Talaga 28 Januari 2014
  10. Adib Belaria Abadi 1 Februari 2014
    • Tiyo Kamtiyono 1 Februari 2014
  11. Ririn 12 Februari 2014
    • Tiyo Kamtiyono 15 Februari 2014
  12. Guru 15 Mei 2014