Program Affiliasi Toko Online Bhinneka, Begitu Buruknya atau Penipuan?

Beberapa bulan yang lalu saya mengikuti program affiliasi dari Bhinneka.com, saya sangat antusias untuk ikut program ini. Hal menjadikan saya sangat tertarik adalah mereka satu – satunya toko online yang melakukan ini di Indonesia, disamping brand Bhinneka sudah cukup besar dan dikenal.

Saya sudah sering mengikuti affiliasi, jadi saat tahu program affiliasi bhinneka ini saya langsung ikut, mengingat market yang makin lama makin tumbuh, komputer dan asesorisnya adalah produk yang terus akan diburu masyarakat, semakin banyak masyarakat yang melek IT.

Setelah mengikuti program tersebut, saya mulai mempromosikan produk mereka dengan membuat posting yang menjadi 3 posting paling dibaca di blog ini (bisa dilihat di sidebar). Posting 10 Laptop Asus Terbaru Bulan April – Mei 2013 ini lah yang saya maksudkan, saat saya menulis artikel ini sudah dilihat 18.343 kali.

Dengan eksposure sebanyak itu, didukung dengan link pada tiap produk menuju halaman produk Bhinneka, saat ini sudah tercatat ada 2.338 klik di blog ini menuju Bhinneka.com dalam satu tahun terakhir. Tapi setelah saya lihat lebih detail, ada 564 yang tidak merupakan link affiliasi (dari posting saya terdahulu).

Klik ke Program Affiliasi Toko Online BhinnekaKalau dilihat saya sebenarnya layak sekali berharap untuk bisa sukses dari program affiliasi toko online Bhinneka ini ya. Saya harusnya sudah bisa nabung, katakan dari semua klik itu (1774 klik affiliasi) ada 5% (85 orang) yang membeli produk dengan harga kita rata – rata 4 jutaan saja. Maka komisi yang saya raih adalah 85 x 4.000.000 x 0.5% = 1.700.000. 

5% adalah tingkat konversi affiliasi saya pada program affiliasi masterweb, jadi saya rasa wajar juga saya menggunakan angka yang sama di sini. 0.5% adalah komisi minimal yang ada di Bhinneka.com, karena saya tidak melihat komputer atau laptop dalam daftar prosentasi komisi program affiliasi toko online Bhinneka.com ini.

Program Affiliasi toko online Indonesia - Bhinneka AffiliateProgram Affiliasi Toko Online yang Meragukan

Tapi setelah sampai detik ini tak ada satu sen pun yang saya dapatkan dari sana, saya sendiri justru malah ragu. Apakah Affiliasi Bhinneka.com ini sebuah penipuan? Kalaupun tidak merupakan penipuan, ini adalah fakta yang sangat mengejutkan. Terutama bagi pemilik website Bhinneka.com sendiri.

Demand masyarakat tentang produk IT yang namanya Laptop sudah pasti sangat tinggi, dengan tingkat konversi yang sama sekali tidak ada alias NOL%, berarti tinggal nunggu waktu saja bagi mereka untuk gulung tikar. Namanya saja toko, kalau tidak laku jualannya sudah jelas tho ya, alamat bakal tutup, hilang dari muka bumi!

Bhinneka.com Memang Memiliki Konversi Rendah

Saya sudah pernah mendengar atau membaca sebelumnya tentang masalah rendahnya konversi di Bhinneka.com dari sebuah media dulu, sudah satu tahun lalu lebih mungkin. Yang mengungkapkan adalah pemiliknya sendiri.

Yang saya heran, kalau memang rendahnya konversi/user yang membeli sampai seekstrim ini, kok bisa bertahan sampai sekarang ya website itu?

Yang saya heran lagi, mereka sudah sadar dengan rendahnya tingkat konversi ini, tapi kenapa sama sekali tidak ada perubahan dengan website mereka. Layout masih saja sama seperti itu, design juga tidak berubah dari dulu, menggunakan warna hijau yang menjemukan.

Koreksi Design Website Bhinneka

Kalau saya boleh memberikan pendapat pribadi tentang design Bhinenka.com, selain warna dan layout yang sudah ‘kadaluarsa’ tadi, saya juga mau mengkritisi tentang topeng yang tidak ada hubungannya dengan produk mereka itu, buat aa toko online bawa – abwa topeng, sama sekali tidak relevan tho? 😛

Lalu juga satu lagi, tentang software atau script yang digunakan. Mungkin tepatnya navigasi, saat saya berada dalam listing, katakan produk laptop dengan Merek Sony Vaio. Saya melilihat sub navigasi WHAT IS COOL dan memilih menu “Harga Rebutan mandiri clickpay”, yang saya harapkan adalah “produk apa saja yang termasuk dalam promo itu”. Tapi yang ditampilkan adalah “Sony Vaio yang ada dalam promosi itu”.

Hasil kerja navigasi ini sangat merugikan dan sangat tidak efektif. Kesannya Bhinneka itu seperti supermarket besar dan megah, tapi semua stand yang ada di dalamnya kosong melompong, mana ada yang betah di sana?

Apalagi sekarang banyak supermarket lainnya yang ikut muncul dan punya program Affiliasi juga seperti Lazada Affiliasi, makin sepi saja pastinya.

Memilih Program Affiliasi Toko Online Indonesia

Bisnis Affiliasi memang sangat bergantung dengan usaha kita mempromosikan produk, tapi kalau dari rekanannya sendiri saja memiliki tingkat konversi pengunjung website menjadi pembeli yang terlalu rendah kita juga akan rugi sendiri. Rugi waktu buat nulis artikel, buat mempromosikan.

Apalagi kalau rekanan kita adalah penipu, yang tidak membayar komisi yang kita hasilkan, itu namanya kita lagi APES.

Kalau ada program affiliasi toko online Indonesia lainnya yang lebih menjanjikan ya Lazada, saya sudah berhasil mengasilkan 2 kali penjualan dari klik yang masih dibawah 40 kali. Komisinya juga lumayan, 3% untuk transaksi yang terjadi. Gabung Lazada Affiliasi!

36 pemikiran pada “Program Affiliasi Toko Online Bhinneka, Begitu Buruknya atau Penipuan?

  1. wah menarik sekali ya artikelnya, program affiliasi sangat efektif untuk meningkatkan penjualan, namun sangat disayangkan jika bhinneka tidak memberikan komisi seperti yang diceritakan diatas.

  2. saya kira bukan soal design website yang perlu dikritisi mas Tyo? Apalagi soal penampila topeng pada website bhineka.com. jika saja saya adalah seorang website progamer, tentu saya juga punya pendapat lain soal tampilan website bhineka. artinya, mas Tyo menilai tampilan website bhineka secara subyektif. bagi saya, sebuah program afiliasi dapat dikatakan buruk jika tidak membayar afiliatornya. membaca tulisan hebat mas Tyo ini, saya lebih memahami bahwa ada upaya bergaining mas Tyo di mata Bhineka.com. ini sama seperti tulisan Mas Tyo yang soal perbandingan hosting indonesia di artikel mas Tyo yang dulu, dan mendapatkan respon dari idwebhost.
    Tapi saya salut sama mas Tyo. Tulisannya provokatif. dan jika saya pemilik Bhineka.com, sudah tentu saya akan rekrut mas Tyo untuk mengurusi design website bhineka.com. sebelumnya, salam kenal dulu mas Tyo?

    • Ya memang, ini adalah blog pribadi, jadi sangat wajar kalau ada unsur subyektifitas 🙂 Awal paragraf itu juga sudah saya beri kata – kata “Kalau saya boleh memberikan pendapat pribadi tentang design Bhinenka.com,”

      Kalau untuk provokatif atau apa, saya juga tidak sadar, menulisnya juga mengalir saja kok. Mungkin karena hati yang sudah lama memendam masalah ini ya 😛

      Saya lebih kepada tidak yakin dengan rendahnya tingkat konversi yang terjadi, yang ujungnya saya merasa curiga pada program affiliasinya. Designnya itu yang saya persalahkan mengingat perkembangannya yang memang dari dulu seperti itu saja, padahal mereka juga sadar dengan tingkat konversi yang rendah, tapi tidak dilakukan perubahan, apakah itu bukan sebuah kesalahan?

      Tapi di link affiliasinya pada footer juga ada sih embel – embel BETA, apa karena beta ini, tracking mereka tidak sempurna saya juga tidak tahu.

      Salam kenal mas Ibrahim, makasih sebelumnya, ternyata selama ini stay-tune baca tulisan saya 🙂
      Salam Kopi…

      • karena blog ini adalah rujukan saya Kang? saya punya keinginan untuk total ke wordpress. dari sini dan beberapa blog Kang Tyo saya sudah memulainya. Oh ya, segera menyusul untuk punya blog berbahasa bule kaya di theblogcourse.com. Sudah upgrade pro member di copyblogger kang? salam hangat dari Purbalingga…

        • Belum upgrade kok, ada diskon besar – besaran nih sebenarnya. Saldo di PayPal juga lagi sedikit, kalau mau baca semua ebook yang ada di free membership itu saja menurut saya sudah cukup meningkatkan pemahaman kita tentang menulis blog yang bisa menghasilkan 🙂

          Salam balik dari Sragen Kang. Makasih ya Kang, haru gimana begitu kalau tau blog ini ternyata bermanfaat bagi sesama 🙂

  3. memanng ada baiknya memuat pengalaman seperti di atas, agar yg lain juga dapat mengantisipasi perkembangan bisnis affiliasi yg lg ngetrend,,,, dan bagi mar bro yg lagi apes lah katakan begitu, tdk mendapatkan apa apa dr bhinneka, segera tinggalkan saja mas,,, cari yg lebih profesional,,, tp biasanya bisnis yg curang, ataupun rada curang yg bakalan lama bertahan,,, terlepas dr semua persoalan diatas, apa sudah menghub pihak manajemen bhinneka ya?
    salam

    • Ya itung – itung juga sebagai curhatan 😛 Saya juga memang mau sedikit ngadem dari Bhinneka, fokus ke program lainnya mungkin.

      Maksud mas Mukhlis dengan yang rada curang akan lama bertahan itu apa ya? Saya tidak bermaksud menilai/menghasut kalau ada kecurangan, saya hanya menyampaikan pertanyaan dalam benak saya ditambah dengan data itu. Karena data yang lengkap dan meyakinkan, itulah yang selalu dijadikan pedoman bersama, baik penyelenggara atau affiliator.

      Saya tidak menghubungi pihak Bhinneka, saya ingin artikel ini sebagai bahan bacaan sesama blogger saja. Biar bisa dijadikan pelajaran bersama.

  4. saya ambil rujukan dari forum ads-id kalau di bhineka itu kurang cocok sama afiliasi. Entah program tracking cookiesnya kurang dimaksimalkan atau bagaimana. Di lazada pun juga kurang maksimal sempat kemarin beberapa kasus tidak terjadi penjualan. Tapi masih menunggu yg lazada soalnya lebih siap dengan tracking cookiesnya jadi lebih memanjakan afiliasi nantinya 😀

    • Mungkin juga begitu ya mas, banyak bermunculan affiliasi Indonesia, tapi sebenarnya system mereka masih belum fully working. Tapi kalau seperti yang saya sampaikan disini sih, kayaknya belum masuk versi BETA, Alpha kali ya, hehehe….

      Maksih mas Hanif buat komentarnya 🙂

    • Wah ini, kalau begitu mana yang bisa dipercaya? Ternyata Mas Tomi sudah lebih dahulu terjun di bidang ini ya?

      Tapi kalau melihat dan membandingkan stat blog dengan stat mereka kok kayaknya sinkron ya mas punya saya?

  5. Waduh… telat bangat nih kayaknya saya hadir di halaman ini. Tidak apa2 kan mas yg penting masih diusahakan untuk tetap hadir menghangatkan suasana di halaman ini. 😀 Saya numpang nyimak aja ya mas coz aku belum terlalu ngarti dengan hal affiliasi apalagi udah singgung affiliasi dari bhineka dan lazada.. 🙂

    • Lha itu sudah ikut bahas handphone blackberry, kenapa nggak sekalian aja linknya dikasih yang affiliasi? Belum ikut ya mas, atau itu posting tentang yang kemarin Mas Agung tanyakan ke saya ya?

      • Iya mas, postingan yg saya tulis di blogku itu yg diminta ama pihak lazada yg udah saya tanyakan kemarin di facebook dan saya juga lupa tanyakan apa bisa sisipkan link affiliasi saya di halaman itu.

        • halo mas agung,

          Saya anis, yang memberi penawaran untuk pembuatan artikel di lazada. Untuk program affiliate, tetap bisa ikut, langsung kontak ke affiliate@lazada.co.id.

          Salam kenal kepada Mas Tiyo. Maaf mendadak nimbrung, saya teratrik baca artikel ini.

          Terima kasih.

        • Sama – sama mbak, semoga artikel ini bisa bermanfaat, bagi sesama blogger, Lazada atau Bhinneka sekalipun.

          Eh ya mbak, kemarin ada gathering ya di Bandung, saya dapet undangan juga, tapi maaf ngak bisa hadir soalnya pemebritahuannya mepet banget, padahal saya ada di ujung timur Jawa Tengah 🙂

  6. masalah afiliasi, PPC dan sejenisnya saya sendiri belum memahaminya sampai sekarang. Mungkin karena saya males saja mempelajarinya.
    Tapi kalo menyimak dari penjelasan di atas, sepertinya ada yang aneh dengan program itu yang seharusnya bisa memberikan keuntungan kedua belah pihak.
    Salam silaturahim dan salam kenal Mas

  7. Saya kurang terlalu paham tentang afiliasi, cuma kenapa? rada enak aja baca artikel ini.. apalagi tentang konversi yang rendah, apa iya?

    Salam kenal,

  8. ==> kalau konversinya bagaimana belum ada website yang bisa memberi penjelasan menurut saya..
    Nah kamu tau darimana kalau konversinya rendah? hehehe…

    Selain Alexanya yang tinggi, visitor sudah terlihat gambarannya sebesar apa.. gk kurang dari 10jt pengunjung per bulannya hehe kira-kira, struktur dan landing page juga detail produk sangatlah bagus, makanya saya gk yakin kalau konversi mereka rendah. 🙂 cuma analisa biasa aja sih , coba nanti2 sy mau cari kurirnya tanya aja brp sehari ngirim barang hahahaha #kidding

    Gk usah dipikirin, iseng aja ini sih, kan membahas afiliasi.. sy gk paham 😀

    • kalau konversinya bagaimana belum ada website yang bisa memberi penjelasan menurut saya..

      Saya bilang begitu karena memang tidak ada yang bisa tahu detil aktifitas user sebuah website, kecuali pemiliknya yang menggunakan software tracking sepert Google Analytics misalnya.

      Sekali lagi, traffic masih bukan garansi adanya konversi, masih ada banyak faktor lain seperti diskon dan pendapat sahabat kita yang kadang kita pakai sebelum memutuskan membeli. Kalau analisa singkat saya berdasar statistik yang saya miliki ya itu tadi; Bhinneka memiliki konversi sangat rendah (sekaligus saya berprasangka baik ini).

      Kalau mau membuat kesimpulan berdasar pendapat Mas Fahmi itu ya berarti saya ditipu Bhinneka, karena user dari sini membeli tapi statistik saya masih saja 0. Saya dari awal menghindari menulis demikian, karena saya tidak mau memojokkan salah satu pihak. Dan itu artinya saya berprasangka buruk.

      Got it?

  9. Kalo menurut saya sih Lazada juga kurang baik. Selain kita harus bersaing dengan Lazada sendiri, juga saya bingung dengan 30 day Cookies, soalnya kerap beradu dengan system last click. CMIIW

    Salam blogger

    • Kalau masalah saingan dengan Lazada, yang kebanyakan iklannya ada di halaman pencarian Google, saya rasa bisa kita atasi dengan memberikan konten dengan format yang lebih diinginkan pembaca.

      Terus soal cookies ya memang semua bisnis online, kalau menggunakan cookies sebagai tracking siapa yang diklik paling akhir itu yang dicatet. Makannya konten kita juga harus menarik dan mendorong pembaca segera membeli setelah dari blog kita.

Tinggalkan komentar