Mengenal HTTP/2

Mengenal Teknologi HTTP/2, The Next Generation Internet!

Banyak teknologi yang menjadi penyokong Internet yang sekarang kita nikmati setiap waktu. Baik di kantor dengan membuka komputer lalu browsing, di smartphone dengan banyak versi mobile browser atau juga aplikasi yang memberikan fitur tertentu, rasanya kehidupan kita sekarang saat ini selalu terhubung dengan jaringan internet.

Nah, salah satu teknologi yang digunakan di balik layar untuk terhubung dengan internet ini adalah Internet Protocol. Banyak protocol yang kita pakai untuk terhubung dengan jaringan internet, bisa melalui ftp, http, IMAP, POP dan masih banyak lagi. Yang paling sering kita jumpai adalah protocol HTTP (Hypertext Transfer Protocol) yaitu sebuah protocol yang menjadi dasar komunikasi data untuk menampilkan sebuah halaman website di web browser.

Teknologi HTTP yang digunakan untuk mendukung beberapa teknologi pendukung website, seperti HTML, CSS dan juga JavaScript yang merupakan 3 elemen paling penting untuk menyusun sebuah website. Protocol HTTP ini yang mengatur hubungan antara server yang menjadi tempat penyimpanan elemen – elemen tadi dengan browser yang kita gunakan untuk menampilkan halaman website di komputer/gadget kita.

Protocol yang paling banyak dipakai saat ini adalah protocol HTTP versi 1.1 (HTTP/1.1) yang sudah mulai diterapkan tahun 1999. Bisa dibilang ptotocol ini sudah usang dibanding perkembangan teknologi pada ketiga elemen website di atas. Banyak sekali perkembangan metode dan cara dalam memprogram dan mendesign sebuah website, dalam 5 tahun ke belakang saja saya sudah tidak bisa mengejar perkembangannya.

Perbandingan Cara Kerja HTTP/1.1 vs HTTP/2

Semakin hari semakin besar saja data yang harus di transfer dari server menuju browser. Sementara protocol HHTP/1.1 tadi berjalan masih dengan metode yang sama sejak 16 tahun lalu. Salah satu perbedaan cara kerjanya yang paling mendasar adalah sebagai berikut;

Cara kerja HTTP/1.1 adalah saat sebuah halaman ingin ditampilkan di web browser, web browser meminta elemen (resource) seperti file HTML, file CSS, gambar dan file JavaScript satu per satu. Saat web browser meminta sebuah resource dia akan tetap menunggu file sebelumnya diterima dulu, baru minta lagi yang lainnya, begitu seterusnya.

Padahal bisa jadi dalam sebuah halaman web terdapat puluhan script HTML, CSS, JavaScript dan gambar. Belum lagi buat streaming konten multimedia seperti audio dan video. Banyangkan sendiri deh!

Cara kerja teknologi HTTP/2 berbeda dengan metode pertama, seperti yang bisa kamu baca di website LiteSpeed (salah satu pembuat aplikasi web server) cara kerja HHTP/2 adalah dengan menjadikan permintaan browser-server tadi lebih ringkas dan cepat dengan adanya fitur HPACK Header Compression, dimana permintaan web browser dijadikan satu permintaan dengan daftar resource yang diperlukan.

Server kemudian memberikan semua resource tersebut dalam satu bundle data, sekali saja. Baru setelah diterima web browser akan memecahnya dan mengaturnya untuk menyusun halaman yang diminta user.

Sekali jalan vs. bolak – balik tentunya sangat jauh berbeda bukan?

Fitur – Fitur HTTP/2

Yang saya sampaikan di atas baru perbedaan cara kerja HTTP/1.1 dengan HTTP/2 secara mendasar. Secara kemampuan, HTTP/2 juga memiliki tambahan lainnya yang mendukung perkembangan penggunaan saat ini, seperti keamanan dalam browsing misalnya.

Fitur – fitur lainnya itu antara lain adalah;

  • HPACK Header Compression
    Seperti yang saya tulis tadi, adanya HPACK Header compression yang serupa dengan teknologi dalam SPDY (pengembangan protocol HTTP milik Google) kompresi GZIP dan juga koneksi aman HTTPS . HPACK bahkan lebih aman dari ketiga teknologi itu.
  • Enkripsi Opsional 
    HTTP/2 menggunakan TLS untuk mengenkripsi data, tapi tidak memerlukannya, berbeda dengan HTTP/1.1. Akan tetapi Mozilla dan Google Chrome hanya mengijinkan HTTP/2 berjalan dalam sebuah koneksi HTTPS. Jadi pastinya semua website yang menggunakan HTTP/2 lebih aman.
  • Server Push
    Seperti teknologi AJAX di JavaScript, dimana sebuah script bisa berjalan di balik layar dan sewaktu – waktu user membutuhkan sudah ada, server push juga demikian, tetapi bukan hanya JavaScript, berbagai resource lainnya juga mungkin untuk dikirim sebagai antisipasi permintaan tanpa browser melakukan permintaan dahulu.

Teknologi Pendukung HTTP/2

Membaca penjelasan di atas pastinya sudah tidak sabar ya untuk mencoba merasakan kecepatan dan keamanan teknologi HTTP/2. Tapi sabar dulu ya, perlu diperhatikan juga apakah prasarana sever & gadget yang kita pakai support dengan teknologi ini?

Untuk server/hosting, yang menjadi tanggung jawab pemilik website sepertinya harus bersabar kalau ingin menggunakan hosting yang sudah dipakai selama ini. Ada tapinya sih, bentar ya…

Karena aplikasi web server yang kebanyakan disediakan penyedia hosting (Apache atau Nginx) saat ini belum mendukung HTTP/2 🙁

Aplikasi web server dengan market share besar satu – satunya yang sudah ready untuk mengakomodasi HTTP/2 adalah LiteSpeed/OpenLiteSpeed, daftarnya bisa dilihat di sini.

Tapinya tadi, ternyata ada penyedia Hosting di Indonesia yang menggunakan LiteSpeed, yaitu Dewaweb, cloud hosting murah pertama Indonesia.

Jadi kalau kamu ingin website kamu support HTTP/2 secepatnya Dewaweb adalah jawabannya. Apalagi kalau mau beli SSL disana juga murah!

Sedang untuk browser, banyak juga web browser yang sudah mendukung HTTP/2 ini, daftar beberapa web browser adalah sebagai berikut;

Mengenal HTTP/2

HTTP/2, Masa Depan Internet

HTTP/2 memang merupakan sebuah teknologi yang akan semakin luas adopsinya di dunia internet, karena akan menawarkan berbagai keunggulan dan kemanan yang lebih baik dari versi sebelumnya. So, be ready 🙂