Pengalaman Berbelanja di Toko Online BliBli[dot]com Beli Nubia M2

Kali ini saya akan bercerita tentang pengalaman membeli Nubia M2 di salah satu toko online yang sudah agak lama hadir bagi masyarakat Indonesia, Blibli.com Di samping Bhinneka dan Lazada mungkinย  Blibli termasuk toko online yang paling awal sebelum nama-nama seperti Tokopedia, Bukalapak atau Jd.id mulai ikut dikenal, tapi saya baru sekali ini belanja di sana.

Dari sekian banyak toko online, jujur saya paling sering belanja online (terutama gadget) di Lazada, baru disusul Bhinneka. Pada keduanya saya sudah pernah membeli aneka produk lebih dari satu kali, entah itu headset, keyboard, mouse hingga handphone. Selainnya saya hanya belanja satu kali saja di blanja.com dan juga jd.id, dan ini pertama kalinya saya memutuskan membeli barang dari Blibli.com.

Kalau bercerita experience belanja dan bagaimana caranya, mungkin tidak jauh beda dengan pengalaman belanja di Lazada atau di toko online lainnya. Standar lah ya, memilih barang, bayar lalu menunggu sampai barang dikirim dan sampai.

Kenapa memilih Blibli?

Saya memilih Blibli karena kebetulan produk yang saya inginkan ini cuma ada di Blibli. Saya hendak membeli sebuah smartphone baru, setelah beberapa pekan tertarik dengan Huawei Nova 2i, bahkan sudah memasukkannya di Wishlist saya di Bhinneka, akhirnya saya justru tertarik dengan Nubia M2.

Review Nubia M2 dari Blibli

Nubia M2 adalah sebuah smartphone yang menurut saya sangat sesuai bagi kebutuhan saya. Awalnya smartphone ini dibandrol sekitar 4,4 juta, namun saat saya melihat-lihat di Blibli ternyata harganya ada yang hanya 2,9 juta. Ya mungkin karena sudah 1 tahun di pasaran dan agar bisa compete di pasaran dengan nama brand yang kurang populer dan minim iklan baik online maupun lewat media seperti TV pihak Nubia harus merelakan harga smartphone ini drop walau dibekali spesifikasi yang relatif tinggi menurut saya.

Dibanding Huawei Nova 2i yang saya lirik sebelumnya, Nubia M2 memiliki layar yang relatif lebih kecil (5,5″ vs 5,9″) layar yang lebih kecil lebih saya senangi karena saya beralih dari hand phone harian terakhir iPhone 5 yang ukuran layarnya cuma 4,7″. Dari segi harga juga relatif acceptable bagi saya yang masih berat melepas uang di atas 3 juta untuk sebuah smartphone. Pun dengan kameranya yang hanya 3 buah (2 di belakang dan 1 di depan), menurut saya lebih wajar, tidak terlalu lebay dibanding si Nova.

Balik lagi kenapa memilih Blibli? Ya karena yang jual smartphone Nubia M2 ini hanya Blibli.com. Saya yakin untuk mencari offline akan lebih susah lagi, karena saya dulu pernah muter-muter mencari di Solo untuk ZTE Nubia 5S Mini, tapi endingnya ya beli di Lazada. ๐Ÿ˜€

Pengalaman Belanja

Pengalaman belanja yang saya rasakan tidak jauh beda, sama seperti yang sudah saya singgung di awal, ada titik dimana saya merasa ‘Ah ini keren layanannya’ dan ada pula saat saya merasa tidak puas. Kerennya adalah saat di awal sebelum pengiriman si merchant menelpon saya memberitahukan ketersediaan barang yang ada hanya warna putih, padahal saya maunya hitam emas (keren banget deh itu kayaknya). Daripada kelamaan ya sudah deh, saya pikir tidak apa-apa. Si seller juga menawarkan hadiah apa, kaos apa flash disk, saya pikir kaosnya Nubia, ternyata kaos si Olshop ๐Ÿ˜›

Yang tidak menyenangkannya adalah dari segi pengiriman, saya memilih free ongkir. Pikir saya nanti akan dikirim dengan TIKI atau apa, tetap oke lah. Eh ternyata kemarin menggunakan jasa Si Cepat, saat trackingnya sudah menunjukkan barang sudah di Solo, besoknya agak siang sekitar jam 13:30 saya telpon untuk bertanya, katanya ada di kurir, sore sebelum jam 4 saya tanya masih di kurir lagi, mungkin nanti katanya.

Langsung merasa tidak enak nih dari sini, mana ada kurir mengantar paket melebihi jam 4, kan sama sekali tidak wajar. Di sebrang telepon mbaknya bilang maksimal jam 18:30 atau kalau tidak ya besok.

Esoknya barang diantar, sekitar setengah 9 saat saya keluar karena sudah lama menunggu tidak kunjung sampai. Barang dititipkan ke tetangga sebelah, tapi jeleknya si kurir tidak berusaha menghubungi atau sekedar memberi tahu via SMS atau WA. Saat siang sekitar jam 13:30 saya telpon lagi pihak Solo, mereka juga tidak tahu keadaan ini, duh benar-benar tidak professional, tidak ada koordinasi antara kantor dan kurir.

Baru setelah saya minta nomor telepon si kurir, SMS dia dulu, baru dia miscall saya, dan akhirnya memberi tahu posisi barang. Paling tidak nyaman di sini, kurir lain yang tidak populer biasanya saat baru perjalanan saja sudah memberi kabar, tanya petunjuk jalan, nah ini sama sekali tidak.

Review Singkat Nubia M2

So far saya masih belum explore lebih lanjut tentang smartphone baru yang kece ini. Dari spesifikasi yang ada, saya sih berharap bisa bertahan sampai 5 tahun mendatang. Saya bukan orang yang terlalu mengejar spesifikasi terbaru untuk sebuah gadget, selama bisa memenuhi kebutuhan dasar komunikasi seperti chat, email, browsing dan telpon/sms saya rasa cukup.

Saya memutuskan mempensiunkan iPhone saya karena sudah pernah ganti layar dan kini retak lagi (duh ceroboh memang ๐Ÿ˜› ). Sudah ganti baterai dan sudah tidak awet lagi (sering panas saat pemakaian data intense), kamera yang lensanya kemasukan debu. Terakhir karena penerimaan sinyal buruk (di rumah saya di desa sama sekali tidak mau terkoneksi dengan jaringan selular/no service).

Dari segi performa pastinya lebih kencang dari iPhone, dengan prosesor quad core 2,0 GHz (melebihi laptop saya yang i3 1,8) dan RAM 4 GB di atas kertas sudah jauh. Kamera belakang yang sudah dual dan bisa buat bokeh-bokehan adalah sebuah poin plus yang bermanfaat saat dalam perjalanan dan ingin mengabadikan perjalanan dengan sedikit kreativitas. Memori internal 64 GB ini yang membuat saya yakin Nubia M2 ini bisa menemani saya hingga 5 tahun lagi.

Hasil foto Nubia M2 smartphone Android Murah Berkualitas

Kelebihan lainnya adalah adanya dual instance apps, jadi bisa saja ada aplikasi yang secara default jadi 2 di Nubia M2 ini. Saya sangat membutuhkan ini karena saya memiliki 2 akun WhatsApp yang aktif sehari-hari, satu untuk melayani service online saya, satu untuk teman-teman offline.

Kelemahannya mungkin saya masih harus membiasakan lagi memegang smartphone besar, karena 2 tahun ke belakang sudah nyaman dengan yang kecil. Disamping itu UI iPhone adalah yang paling sederhana tapi jauh lebih nyaman kalau dibanding kebanyakan smartphone Android.

Tinggalkan komentar