Maqom Nabi Ibrahim

sangtimur, Upaya Penistaan Agama Islam Melalui Blog

Pagi ini salah satu rekan saya, Pak Sugiyanto bilang kalau tadi menemukan sebuah artikel yang agak ‘menantang’. Karena sudah terbiasa berinternet, dia langsung menyampaikan kalau alamat URLnya adalah sangtimur.blogspot.com, tidak menyebut nama blog dalam menyebutnya seperti kesalahan kebanyakan orang.

Maksud menantang ini adalah berkaitan dengan kontroversi yang ditulis dalam blog itu. Semua artikel disana berisikan pembahasan ngelantur tanpa referensi dengan tujuan merusak pemahaman tentang Islam. Si penulis blog penistaan agama Islam ini juga sering memposisikan diri seolah sebagai seorang muslim, padahal kalau mau sedikit peka, penulisannya jelas menggambarkan dia bukan seorang muslim.

Siapa Yang Membangun Ka’bah?

Pertanyaan tentang siapa yang membangun Ka’bah itu adalah salah satu artikel yang ada di sana, sangtimur.blogspot.com/2013/03/siapa-membangun-kaabahuntuk-direnungkan.html. Salah satu paragraf pembukaannya adalah sebagai berikut:

Sebagai muslim kita tidak perlu bertele-tele lagi dan berpanjang lebar dalam menjelaskan hal ini, kita semua tahu dan dapat dengan begitu mudah menemukan bukti siapa yang membangun kuil ka’abah baik dalam surah Alquran, Hadist sahih serta sirah Rasul ; pada bagian mana yang membuktikan persona mana yang telah membangun kuil ka’abah, apalagi kita juga telah diajarkan dan bahkan telah mengajarkan secara turun-temurun bahwa yang membangun kuil ka’abah adalah nabi Ibrahim, titik!!  Bahkan dalam lingkungan tersebut ada sebuah makam yang berdasar pengakuan adalah makam nabi Yahudi sang pembangun kuil ka’abah yakni nabi Ibrahim. Pengakuan belakangan oleh nabi Muhamad  dengan mengatas namakan jibril versus bukti sejarah yang otentik yang ternyata sudah lebih dulu ada dan eksis, merupakan sebuah pertaruhan iman yang sangat unik..!!

Paragraf itu mengandung istilah yang sangat tidak wajar dipakai seorang muslim, “kuil”. Bagian kalimat ini juga sangat rancu “pada bagian mana yang membuktikan persona“, persona merupakan istilah yang jarang dipakai sehari – hari bagi masyarakat Indonesia. Saya mensinyalir artikel ini dikerjakan dengan mengunakan Google Translate. Artikel ini berusaha menistakan Islam dengan sesuatu yang disebut ‘bukti sejarah yang otentik’ dan menganggap iman seorang muslim dapat terjungkir balik setelah membacanya.

Pembahasan Siapa Yang Membangun Ka’bah

Salah satu rujukan dalam artikel itu adalah sebuah kitab yang disebut Sayar-ul-Okul yang terdapat dalam Makhtab-e-Sultania.  Dalam buku itu disebutkan adanya sebuah cawan yang berisi prasasti berisikan informasi tentang Raja Vikramaditya yang menguasai Jazirah Arab dan membangun 7 ‘kuil’. Disebutkan bahwa Ka’bah adalah salah satunya, yang tidak dirusak Nabi Muhammad SAW.

Saya: Nabi merusak Ka’bah, what??

Lanjut, Kutipan tentang halaman buku itu juga disampaikan disana, lengkap dengan terjemahan bahasa Indonesia. Indonesia ditulis dengan kana Indon, sama sekali bukan orang yang memiliki nasionalisme orang ini.

Cacat Sumber Artikel ini

Sebelum membahas artikel itu lebih lanjut kita teliti dahulu sumber – sumber yang disampaikan di atas. Artikel ini adalah isapan jempol, karena tidak memberikan link, rujukan menuju  halaman lain yang berkaitan dan menjadi sumber baginya. Link bisa diangap sebagai sanad, urutan keabsahan melalui para penyampai (rawi), yang digunakan dalam menentukan sebuah hadist sahih atau tidak oleh ulama terdahulu.

Ketika saya mencari apa itu Sayar-ul-Okul maka jawabannya adalah halaman tentang P.N. Oak berikut di Wikipedia. P. N. Oak sendiri dianggap “mythistorian” atau secara kasar crackpot/sinting, orang yang memiliki obsesi pada kepercayaan yang dianggap sebagian besar orang salah.

Oak berpendapat bahwa Kristen dan Islam adalah turunan dari agama Hindu. Dalam bukunya Some Missing Chapters of World History dia menerangkan bahwa umat manusia mulanya berkembang dari India kemudian baru ke seluruh dunia.

Dalam teorinya tentang Ka’bah ada sebuah candi Hindu, berupa 13 lembar pamflet yang berjudul “Was Kaaba a Hindu Temple?” ia menyampaikan masa – masa kejayaan Hindu di tanah Arab. Tulisannya itu berdasarkan pada sebuah antologi (kumpulan sastra) yang didalamnya terdapat puisi Sayar-ul-Okul.

Kumpulan sastra itu menurutnya diperintahkan untuk dibuat oleh “Sultan Salim” pada tahun 1742, diedit pertama kali di berlin tahun 1864. Padahal pada tahun 1472 penguasa kerajaan turki adalah Sultan Mahmud I. Menurutnya antologi itu disimpan dalam perpustakaan di turki yang disebut Makhtab-e-Sultania.

Tak ada seorang pun yang pernah menyinggung tentang Sayar-ul-Okul selain dia dan orang yang mengamininya, tak ada orang yang pernah tahu tentang pencetakan itu. Bahkan perpustakaan Makhtab-e-Sultania tidak pernah ada di Istanbul Turki. Parahnya lagi Oak menyampaikan kalau Nabi SAW lahir dalam keluarga Hindu, tanpa sumber.

Sangat jelas sudah, sumber yang dipakai sangat tidak kuat!

Makam Nabi Ibrahim

Maqom Nabi Ibrahim

Selanjutnya artikel itu menampilkan sebuah gambar seperti di atas dengan penjelasan dibawahnya seperti berikut:

makam Nabi Ibrahim versi klaim kita muslim, bagaimana mungkin seseorang yang sudah dimakamkan di Hebron sejak 2000 tahun sebelum Almasih Isa lahir, kemudian mendadak memiliki makam di Makkah sejauh ribuan kilometer dari makam aslinya?

Nabi Ibrahim dimakamkan di dekat Ka’bah? Bagian Al-Qur’an yang mana yang menyebutkan demikian, hadist juga tidak ada. Dalam Surat Ali Imran:97 memang ada terdapat kata itu, namun terjemahan dalam bahasa Inggris saja sudah jelas kalau maqom di sini adalah standing place = tempat berdiri.

Dan Qur’an Al Karim dan Terjemahannya terbitan Departemen Agama RI cetakan PT. Toha Putra juga menyebutnya demikian dalam keterangan ayat itu (p.92). Kementrian Haji Arab Saudi menjelaskan bahwa Station of Ibrahim (Maqam Ibrahim) adalah batu pijakan yang bisa dipindah – pindah saat Nabi Ibrahim membangun Ka’bah.

Sudah sumbernya asal, istilah seperti ini saja tidak paham, saya menduga yang menulis ini anak SD 😛

Ancaman Penggal Leher Pada Masa Nabi SAW

Dan ingatlah akan adanya ancaman dipenggal batang leher dimasa nabi hidup bagi siapapun bila tidak mau mengakui dan percaya apapun yang dikatakan nabi…. Hal inilah yang membuat semua klaim nabi Muhamad begitu sukses karena didasarkan pada teror dan ancaman pedang…

Ini adalah salah satu bagian akhir artikel itu. Sunguh fitnah yang keji kalau menyebut Nabi SAW adalah sosok yang beringas seperti itu. Nabi adalah sosok penyayang, kepada sahabat atau bahkan kepada orang yang tiap hari selalu meludahinya saat ia pegi ke masjid, ia jenguk saat orang itu sakit.

Nabi hanya mengajarkan umatnya untuk memusuhi pihak lain jika dibenci dan diusir dari kampung halaman karena keislaman kami. Selebihnya untukmu agamamu dan untukku agamaku. Jangan saling menjelekkan dan saling menggangu.

Sang Timur??

Sebelum mengakhiri artikel ini, saya hendak menyampaikan sedikit pendapat saya tentang blog itu, juga tentang cara kita menyerap informasi online.

Pertama, tentang blog itu yang mengunakan nama sangtimur, kalau di cari di Google, sang timur akan langsung merujuk kepada yayasan milik umat Katolik. Benarkah ini perbuatan umat katolik? Bisa ya bisa saja bukan, kita juga harus waspada dalam upaya adu domba antar umat beragama.

Kedua, dalam menyerap berbagai macam informasi dari internet, hendaknya kita memperhatikan beberapa hal:

  1. URL artikel yang kita baca, ini adalah alamat sebuah situs di internet, blog ini memiliki alamat http://abouttiyo.web.id, konten ini akan selalu ada jika anda mengetik alamat itu di address bar. Sementara blog dengan nama belakang .blogspot adalah pengguna layanan gratis blogger.com (milik Google) yang bisa saja berubah dan memiliki kredibilitas kurang, walau banyak blog di blogger yang bagus juga.
  2. Rujukan Artikel, dalam dunia Internet, sebuah artikel yang ditulis tanpa rujukan berupa link (tulisan yang bisa di klik dan membawa ke halaman lain) sama saja dengan tulisan curhat yang sama sekali tidak penting dan tidak ada urusannya dengan kita.
  3. Penulis Artikel, siapakah yang menulis artikel itu? Tidak jelas, profilnya di Google Plus juga sama sekali tidak memberi tahu siapakah orang sesat dan menyesatkan dibalik blog itu. Berbeda dengan blog ini yang menyediakan informasi lengkap tentang saya di halaman berkenalan.

Saya rasa cukup sekian, semoga berguna bagi anda dan umat muslim semuanya. Bagikan tulisan ini ke Facebook atau twitter dan social media lain kalau anda rasa saudara sesama muslim lainnya perlu tahu. Pertanyaan dan tambahan informasi juga bisa disampaikan di kolom komentar di bawah 🙂

15 pemikiran pada “sangtimur, Upaya Penistaan Agama Islam Melalui Blog

  1. Saya sangat sependapat denganmu mas terkait poin kedua pada bagian yang harus kita perhatikan dalam mengkonsumsi informasi di internet. Jika kita tidak peka dalam menganalisanya maka bisa saja kita akan ikut2an menyebarkan informasi itu ke orang lain. Tapi saya yakin, muslim yang taat dan udah yakin dengan keyakinannya tidak akan percaya begitu saya jika ada artikel atau informasi seperti itu yang mencoba mengkaji ulang tentang Ka’bah, Nabi Ibrahim as apalagi tentang Rasulullah SAW yang notabenenya bukan hanya Umat Muslim yang meyakini akan kenabiannya tapi beberapa tokoh dari agama lain patuh terhadap ajaran agamanya tidak lagi meragukan hal itu.

    Dari beberapa kata yang digunakan pada artikel tersebut, memang ada beberapa kata yang langsung mengarahkan pikiran kita pada salah satu negara dan agama di dunia ini yang udah jelas2 membenci dan memusuhi agama islam. Jika memang hal ini merupakan upaya adu domba dari oknum2 tertentu yang hendak dilakukannya, kita hanya bisa berusaha untuk menepis dan memberikan kajian ulang serta tanggapan terhadap hal2 tersebut mas.

    Lanjutkan mas, saya sangat sepakat dan akan terus mendukung jika ada kajian2 ulang seperti ini… (y)

  2. Banci.. itulah kesimpulan saya bagi para pencela SARA di dunia maya. Sebab mereka kebanyakan takut menunjukkan jatidiri aslinya..

    semoga pemerintah bertindak tegas dengan akun-akun yang mengadu domba macam gini yo Kang.. sebab ini sangat bahaya bagi persatuan bangsa..

    • Masalahnya blog seperti itu tidak bisa ditindak dengan mudah Kang Lozz, soalnya Blogger.com adalah milik Google dan saya kemarin sudah membuka – buka bagaimana seandainya mengadakan pelaporan ke sebuah Blog ke Google. Dan nampaknya konten seperti itu tidak akan ditindak keras, karena mereka bisa berlindung dibawah kebebasan berekspresi.

      Berdasar Kebijakan Konten google (http://www.blogger.com/content.g), mungkin hal ini termasuk dalam Perkataan yang mendorong kebencian, tapi bisa saja pemiliknya berdalih ini artikel tentang sejarah dan ilmu pengetahuan khan?

      Repot memang, untuk pelaporan mungkin bisa dengan mengunjungi halaman http://support.google.com/blogger/bin/answer.py?hl=en&answer=82111, atau dengan memberikan flag (tanda) pada blog itu (yang tidak bisa kita temukan pada themes blogger itu 😛 ), tapi sekali lagi,efektifitasnya saya sendiri ragu.

      Mungkin kominfo bisa ya membuat satuan khusus yang berhubungan edngan Google untuk mengatasi masalah seperti ini?

  3. Membaca uraian yang diajukan admin sangtimur saya juga sependapat kalau bahasanya hasil translate. Dengan menggunakan kalimat “Sebagai muslim kita mengklaim” sudah nyata2 kalau tidak hanya dia bukan seorang nasionalis (seperti opini diatas) tapi juga bukan seorang muslim. Saya banyak mengetahui beberapa orang yang mengaku-aku seorang muslim tapi kenyataannya seorang misionaris. Ternyata sekarang misionarispun bukan hanya dari kalangan kristiani tapi juga hindhi…. atau bisa juga ini memang salah satu upaya untuk mendiskreditkan umat yang dari dulu sudah gencar dilakukan

    • Ada sih rekan yang hindi juga, kadang saya merasa pendapatnya tentang Islam ya agak sedikit ‘berani’ jelas menampakkan ketidaksukaannya. Tapi seperti yang saya sampaikan di atas, penggunaan media seperti blog dengan identitas tidak jelas seperti ini sangat rawan dengan adu domba yang mengancam persatuan negara, kita harus melawan denganc ara yang cerdas dan kepala dingin.

  4. masih banyak orang awam yang buta akan informasi lalu mencarinya di dumay… sangat ironis dan disayangkan jika orang yang sedang mencari informasi itu mendapatkan artikel ngawur dan tidak berkualitas. apalagi kalau berkenaan dengan agama..

    nice info gan!

    • Iya pak Samad, makanya saya memberikan kesimpulan seperti itu, karena banyak orang awam menelan mentah – mentah berita dari Internet, bahkan tanpa mengetahui siapa yang menulis artikel itu dan darimana sumbernya. Makasih komentarnya Pak 🙂

  5. Lama gak mampir dapet fokus judul yang menarik nik 🙂
    Saya “suka” menyambangi blog-blog kontroversial dengan berbagai topik yang kadang “bersebelahan” dengan pengetahuan dan keyakinan saya. Saya coba cek blog itu, tapi setelah tidak ada informasi mengenai orang yang bertanggungjawab di baliknya, saya malas. Menurut saya tulisan kredibel, adalah tulisan dimana si penulis ada untuk menjadi penanggungjawab tulisannya. Ketika tidak ada, kredibilitas tulisan tersebut di mata saya langsung hilang. Kedua, setelah cek sumber referensinya miskin, bahkan menurut saya banyak yang terkesan dipaksakan. Apalagi ketika mengutip2 ayat Quran tanpa penafsiran yang matang, beuh… tambah “ndengkel” lagi saya. Ketiga, bukan maksud sok tukang translate inggris nih 🙂 , dari cara bicara dan bahasa yang digunakan, jelas bahwa tulisan2nya banyak dari potongan hasil penerjemahan yang tidak sempurna. Artinya, dia menggunakan tulisan luar/barat sebagai sumber. Bisa jadi penggalan buku, atau referensi online dan sejenisnya. Intinya, tulisan provokatif tak jelas dasarnya, menistakan Islam dengan isi yang memutarbalikkan, memberikan penafsiran Qur’an kacau dan salah seperti itu wajib dilaporkan!!!

    • Setuju banget pak, sebelum mempercayai sebuah artikel di internet itu yang harus dilakukan adalah klarifikasi tentang sumber penulisan dan juga siapa yang menulis. Baru deh kalau keduanya mendapat nilai “plus” atau “wajar” bisa diterima diri sendiri dan disampaikan kepada orang lain.

Komentar ditutup.