Penggunaan internet pada beberapa tahun terakhir ini memang mengalami peningkatan yang jauh signifikan. Didorong dengan adanya Jejaring sosial yang menjadikan user merasa seolah profil mereka di Facebook atau Twitter adalah identittas kedua mereka selain mereka di dunia nyata. Bagi pelaku bisnis, jejaring sosial merupakan pasar yang mengiurkan bagi bisnis mereka dalam hal pemasaran produk.
Selain jejaring sosial, bisnis yang juga mengalami pertumbuhan drastis adalah penyimpanan online. Banyak perusahaan baru (start-up) terlahir dari bidang ini, baik untuk penyimpanan hosting situs semacam akamai atau amazonaws atau juga personal online storage seperti box.com atau juga dropbox. Beberapa pemilik sistem operasi juga meluncurkan produknya sendiri, Apple dengan iCloud, Microsoft (Live Mail) dengan SkyDrive, Ubuntu tak mau kalah dengan Ubuntu One, dan yang terbaru Google meluncurkan Google Drive.
Well, sang rajanya dunai maya akhirnya ikut terjun juga, dengan penawaran 5 GB cuma – cuma. Mungkin anda akan bertanya, kenapa ada pertanyaan besar segala? Ya jelas ada lah, saya menilai google terlalu lamban dalam meluncurkan produk ini, sejauh ini sudah terlalu banyak pemain lama di ranah penyimpanan online seperti ini.
Selain lebih dahulu ada, beberapa situs seperti Windows SkyDrive malah memberikan space yang jauh lebih besar, 7 GB. Atau mungkin ADrive yang menawarkan space 10x lipat Google Drive, beberapa lagi justru unlimited, gratis!
Model pengembangan untuk make moneynya juga standar banget, penambahan bagi user yang mau membayar, dengan kapasitas 16 TB. Google tidak sadar kalau banyak layanan lain menjadikan space bagi user yang mau membayar menjadi unlimited.
Sejauh ini, DropBox adalah salah satu situs dengan perkembangan dan kesuksesan terbesar dalam bisnis ini. Dengan metode pengembangan pasar yang paling unik, yaitu dengan menambahkan space 500MB dari space awal 2 GB bagi user yang mengajak orang lain (refferal) untuk bergabung.
Kita lihat saja, akankah Google bisa memimpin, dengan mengandalkan kredibilitas perusahaannya (mungkin). Atau nantinya Google Drive hanya akan tenggelam di antara penyedia layanan lainnya. Menemani Google Wave dalam daftar produk gagal Google

Pingback: Tips Menggunakan Google Drive | abouttiyo
Pingback: Membuat Backup Blog Menggunakan Google Drive - AboutTiyo.web.ID