Perjalanan Pulang Workshop dari Jakarta Yang Kurang Nyaman

Dalam posting sebelumnya saya menuliskan untuk membuat posting yang berkaitan dengan kepulangan saya dari Workshop Blogging & Awarding Go Vlog Aids kerjasama VIVAnews bersama AusAid dan Google Asia yang amat sangat mengecewakan tersebut di blog saya yang lainnya (learnsimply maksud saya) namun sekarang demi keberlangsungan cerita akhirnya saya menuliskannya di sini sekalian.

Begini ceritanya, saya berangkat dari tempat teman saya dimana saya menginap di Kalideres sekitar pukul 10.45. Belum tahu benar sih bagaimana kepadatan lalu lintas kota Jakarta di siang bolong, namun saya perkirakan waktu tempuh dari sana menuju Stasiun Jakarta kota tidak akan kurang, maksimal ya mepet lah. Namun karena di beberapa waktu sebelum mencapai halte busway Taman Kota ada metromini yang mogok dan di dorong di jalur busway, perjalanan sedikit terganggu. Sudah jam 12.00 tepat saya baru turun dari busway, berlari -lari ke dalam stasiun berharap kereta belum berangkat, saya akhirnya harus merasakan kekecewaan karena keterlambatan 5 menit menjadikan saya ditinggalkan. Benar – benar sebuah kerugian, tiket yang saya siapkan sebelumnya jadi tidak berguna.

Pilihan selanjutnya pun pulang dengan menggunakan bus saja, Pulo Gadung adalah terminal yang saya pilih. Di sinilah, inti dari posting ini. Katika anda berada di terminal, anda baiknya sangat berhati – hati dalam bertingkah laku. Kalau tidak ya seperti saya, setelah ditawari kenek metromini lalu menjawab mau ke jawa, saya langsung saya di hampiri calo dan diajak menuju loket pembelian tiket. Kalau dia niatnya cuman menunjukkan kita loket yang kita mau dengan bersekongkol dengan petugas loket tanpa sepengetahuan saya tapi tanpa paksaan sih oke – oke saja. Calo yang ini nekat, ketika saya sadar bus yang mereka tawarkan bukanlah bus yang saya maksudkan kemudian hendak pergi dari muka loket dan mencari sendiri, saya di halang – halangi. Bahkan nada mereka sangat keras dan tidak sopan, kata – kata “Ngajak brantem ya” sangat ringan keluar dari mulut mereka.

Beberapa detik setelah itu, saya benar – benar merasa menyesal tadi mengikuti orang ini dari luar. Ketegangan tidak berhenti, dia terus membuntuti saya.

Calo: “Maunya naek apa kalo bis yang ini ga tau, ini juga ke Jawa, bis Ponorogo”
Saya: “Rosalia (Indah) aja, yang saya udah tau”
Calo:”Oh Rosalia, ini juga ada, (sambil nunjuk loket) ayo pesan aja” Dalam hati saya berpikir, dia ngotot begini karena tidak ingin saya kabur, akhirnya saya melunak saja dari pada repot akhirnya adu mulut terus.
Saya: “Ya udah kalau ini rosalia, saya ambil ini saja”
Petugas Loket: “Ke Sragen, AC apa Ekonomi”
Saya : “Ekonomi aja (hemat beb :mrgreen: )”
Petugas Loket : “Sragen, nih 135 ribu”
Saya : Bayar aja deh, biar cepet.
Calo: “Nah gitu, ayo cepet, sekarang bisnya dah mau berangkat” Sambil nyobek tiket dan menyerahkan sebagiannya kepada saya sembali berlari – lari kecil. “Ayo cepet, ketinggalan lho!”
Saya : Berjalan agak cepet,dah bayar, ga begitu perduliin calo.

Layanan Buruk Po. Sari Indah - Madjoe Utama

Setelah berjalan keluar terminal tempat bis terparkir, saya merasa dibodohi lagi, bis yang mereka tawarkan sama sekali bukan Rosalia Indah. Proses yang terjadi adalah bulat – bulat penipuan, namun untuk bertengkar lagi dengannya saya sudah bosan (dan sedikit takut awalnya). Dalam hati saya berpikir kalau mereka semua ini mentalnya sudah bukan pekerja, tapi penjahat yang bisa saja merobohkan perusahaan mereka dengan citra penjahat tersebut, saya tidak tahu pasti apakah ada kerja sama antara calo tadi, bis dan petugas tiket (mestinya ada ya 😛 ) Namun saya benar – benar merasa mereka dengan seragam berwarna merah gelap dengan tulisan terbesar “M.U” di punggung ini benar – benar penjahat.

Pelajaran bagi anda saat di terminal:

  1. Sebelum memperoleh tiket, bertingkahlah biasa saja, lihat – lihat saja dulu dimana tiket resmi untuk kendaraan yang anda inginkan bisa anda peroleh, bisa dengan cara sambil mencari mushola mungkin.
  2. Kalau kepepetnya bertanya, bertanya pada petugas keamanan, penjual makanan, jangan hiraukan orang yang yang tiba – tiba memberikan petunjuk tempat pembelian tiket.
  3. Senantiasa waspada lah, banyak yang bilang terminal gudang preman, right?

Hal tersebut perlu anda lakukan demi kelancaran perjalanan dan kenyamanan karena kepercayaan anda pada armada. Bukan seperti saya kemarin yang ternyata bukan korban satu – satunya dalam bis tersebut. Beberapa orang ditipu lebih dalam lagi, dengan mengatakan bus tersebut bus AC. Sehingga teman satu kursi saya yang bertujuan akhir di Solo membayar 150 ribu, lebih mahal dari saya dengan tujuan sedikit lebih dekat. Teman saya tersebut juga tertipu 3x dalam satu waktu itu, harga yang mahal, AC yang Angin Cendela ditambah lagi dengan keberangkatannya yang pada awalnya jam 12.30 siang dari terminal, namun sebelum masuk gerbang toll, bus balik kanan lagi ke terminal lagi hingga pada akhirnya berangkat dari terminal sekitar pukul 13.30. Dalam satu bus tersebut isinya sebagian besar korban!

Satu pemikiran pada “Perjalanan Pulang Workshop dari Jakarta Yang Kurang Nyaman

Tinggalkan komentar