Pelajaran Membuat Situs Bagi Customer

Kemarin saya mendapat satu pesanan dari salah satu rekan saya untuk membuatkan situs bagi toko komputer yang dimilikinya, General Computer Sragen. Dalam pembuatannya, bisa dibilang sangat minim persiapan dari pertama dia bilang kalau ingin dibuatkan situs sampai akhirnya situs tersebut bisa live. Saya menemukan beberapa kesalahan yang antara saya dan dia sama – sama memiliki andil, hingga saat ini situs tersebut tidak bisa berjalan maksimal. Munkin dari sini akan ada hikmahnya yang bisa anda ambil juga.

1. Minim Persiapan

Membuat situs, terutama untuk bisnis itu tidak semudah membuat blog. Walau software yang saya gunakan juga software blogging paling banyak dipakai di dunia semacam WordPress sekalipun. Banyak sekali persiapan yang harus kita persiapkan, entah itu dari designnya, interaksi user dan situs tersebut yang menentukan fungsinya (sebagai media promosi saja atau sekaligus tempat order) dan yang paling penting adalah konten.

Yang paling pokok adalah fungsi itu terlebih dahulu karena itu juga menentukan bagaimana designnya nanti, dari diskusi awal niatnya situs tersebut hanya untuk media promosi. Jual beli tetap offline saja. Saya pun memutuskan untuk tidak menginstall WordPress e-commerce plugins yang membawa segudang fitur layaknya sebuah toko online. Kalau anda ingin membuat yang seperti ini ada pula pilihan themes seperti woocomerce dari woothemes.

Setelah punya gambaran tentang fungsinya, saya masih kelimpungan juga, karena materi sama sekali tidak ada di saya. Internet adalah media yang sangat visual, lihat Pinterest sebagai buktinya kalau tidak percaya. Jadi kalau ingin membuat sebuah promosi di sana sebisa mungkin harus memiliki koleksi gambar produk yang menarik. Selain itu informasi produk juga dintuntut selengkap mungkin mengingat itulah kecenderungan internet, terbuka dan lengkap.

Sampai saat ini, saya baru mendapat list harga dari produk yang dijual dalam bentuk worksheet saja dengan sedikit spek dan harga. Setelah mendapat perintah untuk merelease info tentang produk yang second saja dulu saya masih harus mencari – cari gambarnya dari internet juga :P

2. Deal yang Kurang Jelas

Saya banyak salah di sini. Memang saya masih sangat newbie dalam mencoba untuk jadi seorang freelancer dalam pembuatan situs. Saya belum membuat tarif pasti tentang berapa jasa pembuatan situs dari nol sampai live saja itu harusnya dihargai.

Juga tentang apakah saya bersedia menjadi penulis dari semua konten yang ada, jadi marketing situs tersebut sekaligus admin yang bekerja tentang semua tetek bengek sebuah situs seperti design, branding dan juga SEO tentunya.

Semua itu belum kami putuskan dengan benar sebelumnya, juga berapa tarif dari setiap layanan tersebut.

Terus terang saja, untuk terikat terlalu kuat seperti itu saya tidak begitu senang, karena saya lebih merasa ngeblog adalah panggilan jiwa saya. Saya ingin bebas menulis apa yang saya mau, bereksperimen dengan SEO dan masih banyak lagi. Saya menilai sebuah situs akan lebih bagus kalau kontennya ya ditulis oleh yang punya sendiri saja. Belajar menggunakan WordPress kalau mau juga tidak akan lama, banyak bukunya juga sekarang.

Untuk membuat sebuah design, saya juga cenderung agak lama, karena memang aslinya juga perlu waktu lama :P Seminggu mungkin belum jadi, mulai dari sketching sampai terjun ke pembuatan themes. Disamping honor yang sepatutnya saya dapatkan juga tidak kunjung datang, sehingga saya malas :P

Sebelum saya menulis konten yang sekarang ada di sana saya hanya menngunakan sisa pembayaran domain dan hosting saja sebagai (anggap saja) bayaran, yang menurut perbincangan sebelumnya untuk biaya set up yang saya hargai 50 ribu (kebanyakan ya? nggak  donk :) ) saja masih kurang.

Bahkan sampai saat ini saya masih bingung kalau mau lebih cepat itu ngoprek CSS hybrid themes saja atau ngoprek Toolbox yang lebih mudah untuk ditambahi fitur.

Mengapa bisa begitu?

Ya karena saya tidak jelas pasang tarifnya. Juga apakah saya bekerja kalau honor sudah turun atau sebaliknya. Kedua, dari beliaunya juga sama sekali tidak ada gambaran bagaimana menjalankan sebuah situs itu. Sehingga kontennya saya juga nyari – nyari gambar seadanya, coba kalau produk – produknya sudah difoto dan datanya lengkap, saya khan enak :)

Hikmahnya?

Kalau anda juga ingin membuat sebuah situs, mending gunakan dulu blog atau media online lainnya seperti facebook dan twitter. Saya juga belum pernah menjual produk offline, namun yang jelas metode offline belum tentu bekerja di Internet. Kalau anda sudah berusaha dahulu mungkin anda akan menemukan trik – trik baru yang lebih menjual.

Anda juga bisa menggunakan media blog gratis saja terlebih dahulu. Blog ini sebenarnya sama saja dengan situs dengan domain sendiri, bedanya ya jelas murah. Dari sana juga anda bisa belajar menggunakan media ini jika ingin lanjut dengannya.

Kalau anda ingin memiliki usaha freelance seperti saya juga, harus jelas, mana yang termasuk bagian dari kesepakatan, mana yang tidak, juga berapa harga yang anda inginkan dari peluh dan waktu yang anda luangkan. Sehingga bekerja sama – sama lega tanpa merasa canggung.

Vote Artikel Ini

5 thoughts on “Pelajaran Membuat Situs Bagi Customer

  1. Pertamax…. :D :D :D
    Salam dan selamat pagi sob….
    Saya juga nanti berencana membuat situs untuk toko peralatan komputer yg saya sdh rencanakan. Mudah2an dengan informasi ini akan menjadi bahan pertimbangan nantinya

  2. Pertamax sob….. :D :D :D
    Salam dan selamat pagi sob…
    Makasih atas informasi ini and mudah2an akan menjadi bahan pertimbangan nanti untuk membuat website untuk customer toko onlinekyu….

    • Yups, sama – sama. Jasa pembuatan situs masih berpeluang sangat lebar di Indonesia bro, karena seperti yang kita tahu saja masih banyak pelaku usaha yang sudah lumayan besar tidak punya rumah di Internet. Belum lagi yang akan jadi besar, pasti akan tambah seru :)

Comments are closed.