Themes WordPress Premium

Themes WordPress Premium, Perlukah Kita Membeli?

Memilih sebuah themes memang kadang merupakan sebuah tugas yang menghabiskan banyak waktu. Banyak hal yang menjadi acuan, mulai dari macam themes yang ingin kita gunakan (blogging, magazine atau fotografi), posisi dan jumlah widget, header, jenis huruf hingga faktor pribadi seperti warna kesukaan.

Kita bisa mencari themes gratis dari direktori themes WordPress atau mencari themes lite version dari sebuah themes WordPress premium dari sebuah toko themes, jika kita tidak ingin atau tidak ada biaya untuk membeli sebuah themes WordPress premium. Saya sudah mencoba juga mencoba themes lite ini beberapa kali, kurang puas biasanya, karena tahu ada fitur yang banyak dipangkas.

Themes WordPress Premium

Tapi kalau sudah muter – muter tidak ada yang sesuai dengan keinginan juga, kadang mencoba melirik untuk membeli sebuah themes premium juga tidak ada salahnya. Saya juga sudah beberapa kali membeli themes premium, sebut saja TeslaThemes, MyThemeShop, dan yang terakhir saya membeli themes dari Templatic Themes.

Perlukah kita membeli Themes WordPress Premium?

Pertanyaan ini mungkin yang menghampiri kita saat berpikir tentang themes pemium. Apakah adil, uang yang kita dapatkan dengan susah payah ditukar dengan beberapa file php, css dan JavaScript yang mungkin ukurannya hanya beberapa ratus kilobytes?

Adil atau tidaknya, semuanya tergantung dengan siapa kita dan bagaimana code yang kita dapatkan rasanya. Karena kita memiliki latar belakang yang relatif berbeda satu sama lain. Ada blogger yang sama sekali buta dengan coding, punya banyak uang dan tak mau belajar coding. Ada yang bisa/biasa coding, tidak punya uang tapi mau belajar coding.

Untuk yang mau belajar ya harus bersabar sedikit sebelum bisa melakukan modifikasi themes gratisan yang bagus digunakan fondasi seperti Underscores.me.

Bagi yang memang sudah angkat tangan dengan yang namanya coding, mungkin kalau mau themes yang perfect sesuai dengan keinginannya ya tinggal membeli themes WordPress premium saja, tugasnya cuman satu, jeli dan teliti sebelum menentukan themes mana yang akan dibelinya.

Tips Membeli Themes WordPress Premium

Sebelum memutuskan untuk membeli sebuah themes premium, ada baiknya kamu mengikuti sedikit tips yang akan saya sampaikan berikut. Saya merangkum tips ini berdasarkan pengalaman saya membeli themes premium sebelumnya.

Β 1. Harga Themes

Walau sudah niat membayar, ada baiknya sebelum menentukan pilihan kita juga memperhatikan harga themes yang akan kita beli. Agar jika kita nanti kecewa dengan performa themes itu kita tidak terlalu merasa kecewa.

Yang wajar saja lah, saya pertama membeli themes dari TeslaThemes pada saat diskon, dengan membanyar $25 kalau tidak salah dulu, saya bisa mendapatkan seluruh themes yang mereka hadirkan. Memang murah melihat koleksi themes mereka yang makin banyak, tapi nyatanya saya agak kecewa karena themesnyaΒ  relatif lambar, source codenya juga kurang bersih menurut saya.

Memilih waktu diskon untuk berbelanja themes mungkin merupakan saat yang tepat, karena harga akan jauh lebih murah. Pesan saya, pastikan harganya juga masih masuk akal, plus themes developernya merupakan orang yang relatif dikenal di komunitas developer WordPress.

2. Kemudahan Customisasi

Themes premium dari berbagai developer hadir dalam bermacam keunggulan masing – masing yang ingin ditonjolkan developernya. Salah satu hal yang pastinya ingin kita lakukan pada themes yang kita beli adalah kustomisasi designnya agar lebih mencerminkan identitas kita. Pastikan themes yang menjadi incaran kita sudah mirimendekati themes yang kita inginkan.

Jadinya nanti akan mudah melakukan customisasi. Salah satu themes WordPress Premium dengan kemampuan kustomisasi yang flexible adalah builder dari Themify.

3. Komunitas yang besar

Tiap developer Themes WordPress Premium memiliki user yang berbeda – beda. Salah satu penanda sebuah themes bagus atau tidak adalah dengan melihat jumlah pengguna produknya. Bisa dengan melihat statistik pengunjungnya di alexa dengan mengetik http://alexa.com/siteinfo/developerthemes.com misalnya. semakin kecil rangkingnya, semakin banyak orang yang membuaka websitenya, semakin besar pula kemungkinan kalau mereka adalah pengguna themesnya.

Perlukah beli Themes WordPress Premium?

Sekali lagi, kalau pertanyaannya seperti itu jawabannya ya relatif. Kalau kamu pernah membeli themes WordPress premium juga, bisa donk di share disini pengalamannya, themesnya yang mana dan bagaimana rasanya menjadi blogger premium πŸ˜€

20 thoughts on “Themes WordPress Premium, Perlukah Kita Membeli?

  1. Kalo saya sbgai pendatang baru di dunia wordpress masih mengandalkan themes bawaan wordpres mas. Belum bisa itak atik code. Kira untuk themes bawaan dari dasbord wordpress yang mas rekomendasikan untuk saya yang mana ya yg bagus?

    • Kembali lagi dengan preferensi kita soal design yang kita inginkan dan kesuaian konten kita ingin tampil seperti apa. TwentyFourteen juga bagus kalau mau tampilan Magazine, Twenty Twelve, Twenty Ten juga bagus kalau sekedar ngeblog saja.

      Kalau mau sedikit refreshmen bisa dicoba yang dari direktori themes resmi WordPress.org itu tadi.

  2. untuk saat ini saya masih pakai theme gratisan mas. Sebenere pengen banget beli theme yang premium yang magazine getu. Hanya saja kebanyakan yang jualan theme premium itu orang bule, dan pembayarannya menggunakan kartu kredit dan akun paypall, sehingga saya tidak jadi beli deh, soalnya nggak bisa transfer uang nya lantaran nggak punya kartu kredit dan paypall πŸ˜€

  3. Pengen sih mas beli tema premium.
    Tapi masih belum ada yang cocok.
    Ada sih yang bagus, tapi harganya mahal banget. Hhahaha…
    Masih nyari yang sesuai hati dan kantong, wkwkkwkw πŸ˜†

    • Wah apaan tuh mas, Genesis ya? Saya dari dulu ya suka mengoprek themes gratis dari WordPress.org atau yang lainnya, yang saya pakai di sini juga hasil oprek underscores. Tapi di blog lainnya ada yang beli saja, soalnya kadang kalau pengen design sendiri nggak jadi – jadi malah stuck, ga mood ngeblog πŸ˜›

  4. orang bilang konten adalah raja dan themes adalah ratunya,..
    Menurut saya perlu tidaknya sebuah themes premium, tergantung juga pada “nilai” dari konten yang kita sajikan. Ibarat seorang koki yang memilah mana tempat penyajian yang tepat untuk menu cake dengan nasi goreng…
    wadah tidak mengurangi rasa, sedangkan themes premium merupakan sebuah karya seni yang layak kita hargai jika itu “sesuai”.

    Salam sukses kang Kamtiyono… πŸ™‚

    • Orang mana tuh, heehehe… Apapun kontennya, asal designnya bersih dan nyaman pastinya semua suka mas. Lebih betah baca – baca πŸ™‚

      Salam sukses juga mas.

  5. pernah saya baca mas, kalau themes free tidak memiliki support dari pengembangnya. terus jika menggunakan themes premium namun di download secara free dapat mengandung script yang membahayakan karena dapat mencuri data-data yang berkaitan dengan website.

    • Ya memang themes free biasanya dibuat developer kalau mereka ada waktu dan niat, jarang sekali ada supportnya. Sedang kalau membajak themes premuim ya bisa – bisa harus menanggung resiko seperti itu.

      Kalau pengen yang terbaik dan tercepat ya membeli itu, tapi kalau mau belajar oprek themes sendiri juga tidak apa – apa πŸ™‚

  6. kalau saya menggunakan theme thesis buatan chris pearson, saya mendapatkannya dari blog bule secara free dan meskipug gratis tetap mendapatkan supoport berupa update versi themenya..

    • Thesis dulu juga memiliki customer base yang besar, namun sekarang jauh tertinggal dari saingan utamanya 3-4 tahun lalu, Genesis Framework (yang saya pakai ini), penyebabnya adalah dulu themes ini updatenya lama banget, WordPress 3.0 memiliki banyak sekali fitur baru tapi tidak bisa diakomodasi thesis.

      Matt Mullenweg sendiri lebih akrab dengan Genesis karena susai dengan konsep theming yang menjadi standard WordPress, memberikan customisasi melalui Child Themes, bukan skin seperti Thesis. Child Themes menjadikan customisasi lebih mudah dilakukan dan dipahami orang lain, berbeda dengan skin.

      Agak mirip juga pengalamannya, kalau Pak Rudianto dikasih saya dulu pernah mencoba – coba Genesis bajakan, bisa update juga, namun akhirnya saya putuskan untuk beli saja, ada perasaan lega dan tenang kalau kita sudah melakukan sesuatu sesuai aturan main πŸ™‚

    • Wah itu penafsirannya beda – beda mbak, tergantung theme shop yang kita kunjungi. Tapi kira – kira ya begini; Untuk single itu kita beli sebuah themes saja, ada yang membatasinya hanya boleh dipakai untuk 1 website, ada yang nggak terbatas juga. Untuk developer kita biasanya akan memiliki akses ke banyak themes sekaligus, termasuk update/themes yang dibuat setelah kita membeli. Dan biasanya kita juga bisa memakainya ke website – website client yang kita kerjakan sebagaideveloper. Sedang unlimited biasanya akan memberikan keleluasaan melebihi lisensi developer, bisa dipakai di banyak website dan kadang bisa dapat file design themes itu juga (Photoshop).

  7. Kalo menurut ane sih perlu. Blog ane aja invest $99+ untuk theme aja. udah tau kelebihan Theme masing2 jd pilihannya jatuh ke Genesis Framework :p

  8. sebenernya yang penting dari theme itu kan file css dan js-nya, lah tapi demonya udah ditampilin tuh file, bisa dicopy lagi..wkwkwkwk

    • Kalau sudah paham bagaimana struktur HTML dan PHP yang dibuat membuat themes yang jadi target sih enak saja mas, tapi saya sebagai orang yang awam PHP tetap saja tidak bisa melakukan yang sampean sampaikan di sini πŸ˜€

Comments are closed.