Diskusi Ucapan Selamat Natal Bagi Kaum Muslim

Beberapa waktu yang lain saya memiliki diskusi yang unik di Facebook tentang bagaimana seharusnya seorah muslim dlam mensikapi hari Natal yang dirayakan umat Kristen?ย Lalu saya pikir tidaka da salahnya saya menuliskan pendapat pribadi saya di sini, barangkali nanti ada yang baca dan berguna bagi sesama.

Sebelum masuk ke ucapan selamat natal itu dulu, saya mau mengupas apa sih Natal yang dilakukan umat kristen itu sebenarnya. Menurut pemahaman saya natal sendiri sebenarnya bukan bagian apapun dari kristen. Karena asal mula masuknya natal adalah setelah kristen mulai berkembang di Roma.

Bangsa Romawi saat itu sudah terbiasa dengan banyak dewa, sehingga kurang bisa memahami konsep tuhan yang tunggal, kemudian masuklah trinitas dalam Kristen. Lalu dimasukkan juga tanggal 25 sebagai hari natal, peringatan kelahiran Nabi Isa, padahal tanggal itu telah lama mereka yakini sebagai tanggal lahir dewa matahari.

Kembali ke ucapan hari natal bagi kaum muslim. Dosa atau tidakkah mengucapkan selamat hari natal itu?

Kalau mau berpendapat ekstrem jelas dosa, karena seolah ucapan tersebut merupakan sebuah pernyataan setuju dengan ajaran itu. Tapi kalau melihatnya sebagai sebuah prasyarat sosial, ungkapan saling menghargai dalam sebuah masyarakat bisa saja kita mengucapkan.

Tapi perlu juga kita berhati – hati, karena bisa saja kita yang dianggap lebih tahu tentang agama dijadikan contoh bagi orang lain. Sementara kita melakukannya tak lebih dari memenuhi adab kesopanan sosial tadi, mereka bisa saja menyalah artikannya. ๐Ÿ™‚

Sejauh ini kita lihat banyak perdebatan juga khan. Kalau saya pribadi sih take it easy, kalau masih bingung dan ragau, tidak tahu pasti mending ya tidak usah ikut mengucapkan, takutnya dosa. Ajaran islam tentang sesuatu yang meragukan (syubhat) adalah dengan meninggalkannya. Masih banyak amalan lain yang pasti – pasti, mengapa kita merepotkan diri bermain api??

2 pemikiran pada “Diskusi Ucapan Selamat Natal Bagi Kaum Muslim”

  1. kalo secara pribadi saya pasti datang jika diundang acara natalan.. tidak mengucapkan, hanya sekedar hadir, bahwa sebagai makhluk sosial kita tidak dapat berdiri sendiri.. ๐Ÿ™‚

    Balas
  2. saya lebih setuju dengan pendapat yang melarangnya. dan pendapat yang membolehkan dengan argumen ingin menghormati sy kurang setuju. penghormatan tdak selamanya di dukung dengan ucapan tersebut. ada hal lain yang bisa kita jadikan pertimbangan sebagai penghormatan kita pada nonmuslim. sy tunggu komen backnya kwan.

    Balas

Tinggalkan komentar