5 CM The Movie; Versi Ringkas dari Novelnya

Setelah penasaran berkelanjutan dengan 5 CM The Movie, akhirnya Rabu malam lalu saya menyempatkan diri melihatnya. Saya sebenarnya mau membuat posting ini kamis pagi, tapi tidak jadi karena masih kebingungan menyusun kata – kata 🙂

Langsung saja deh, buat kamu yang penasaran saya akan memberikan reviewnya di sini. Review versi ringkasnya, versi film dari novel karya Dhoni Dirgantoro ini merupakan ringkasan dari novel itu. Banyak bagian yang diringkas atau bahkan dihilangkan dari novel aslinnya.

5 CM The Movie

Alur cerita 5 CM The Movie

Diawali dengan 5 tokoh dalam cerita tersebut, Genta, Arial, Zafran, Riani dan Ian yang berkumpul dalam sebuah warung makan. Deskripsi tentang tokoh – tokoh dimulai sekaligus disini, berbeda dengan novelnya yang mengambil bagian terdepan novel.

Pertemuan itu juga merupakan pertemuan terakhir mereka, karena setelah dari sana mereka langsung pergi ke rumah Arial dan perbincangan tentang perpisahan mereka dalam rangka mengeluarkan diri dari zona aman akhirnya muncul. Kejadian lucu saat Zafran menyebut G-String saat ditanya mau minum apa oleh ibu Arial (karena terpesona Arinda) adalah bagian yang seingat saya tidak ada dalam novel, but its OK 😀

Perpisahan pun terjadi, mereka berlima hidup dengan kesibukan masing – masing. Zafran yang getol mendekati Arinda, Ian dengan kuliahnya, Arial yang mencoba menanggapi perkenalan dengan Indi serta Riani dan Genta yang sibuk dengan pekerjaan masing – masing.

Dalam novel cerita ini agak panjang dan menghabiskan beberapa bab kalau tidak salah, namun disini  nampak sangat singkat. Tampak kemudian Genta menghubungi teman – temannya yang dipenuhi kekangenan dengan sms dari Windows Phone yang Ia miliki.

Pertemuan di stasiun Senen pun terjadi, dalam perjalanan tersebut pada novelnya ada pemaparan keindahan alam sepanjang perjalanan yang meningkatkan kecintaan pada tanah air. Disini tidak ditemukan selain Zafran yang keluar melihat keluar diujung kereta lalu mengajak Arinda.

Pendakian Gunung Semeru

Sampai Malang. Mereka langsung turun dan naik Jeep menuju Ranu Pane (di film Ranupani). Pertemuan dengan teman fotografer asal Surabaya di dalam Jeep yang ada di novel tidak kita temui. Setelah menginap semalam, perjalanan mereka pun dimulai, siang hari mereka sampai di Ranu Kumbolo.

Sepanjang perjalanan ini nampak pemandangan indah padang rumput yang terhampar seperti permadani, dan juga bunga Edelweiss yang menyelingi rerumputan itu. Sore hari mereka sudah ada di Kalimati, diiringi hujan debu, persis novelnya.

Namun ketika mereka hendak memasuki hutan sebelum mencapai Arcopodo ketakukan Genta karena sebelumnya pernah tersesat di sana tidak dimunculkan selain pada raut muka yang tampak sedikit ragu sejenak.

Di Arcopodo, pertemuan mereka dengan pendaki lain yang bercerita tentang temannya yang pernah hilang saat mendaki dihapus. Namun ada bagian yang menampilkan sekelompok pendaki sedang berziarah, bagi yang belum membaca novelnya, bagian itu seakan tidak ada artinya sama sekali.

Padahal mengetahui kalau nama teman yang hilang itu sama dengan nama Ian akan menjadikan tangis mata tak tertahankan saat Ian sempat tidak sadarkan diri tertimpa batu. Saya hanya sedih, tapi tidak bisa menangis pada bagian itu.

Setelah pendakian panjang itu, yang diselingi dengan ketakjuban melihat lautan awan yang memukau, mereka akhirnya mencapai puncak. Bagian saat upacara bendera terasa terlalu menjauh dari cerita aslinya. Puncak terasa ‘terlalu menjadi milik mereka berenam’ karena setelah bendera didirikan, mereka mengucapkan kata – katanya dan usai. Lagu Bendera milik coklat yang harusnya diputar disana juga tidak ada, karena soundtrack sepenuhnya milik Nidji 😛

Cerita cinta dalam 5 CM The Movie

Pada saat kepulangannya mereka memutuskan bermalam di Ranu Kumbolo. Kisah percintaan yang sebelumnya nampak samar akhirnya terbongkar disini. Genta yang memang sejak lama menyukai Riani berterus terang malam itu saat tinggal mereka berdua yang terjaga diluar tenda.

Riani meminta maaf pada Genta, karena selama ini yang ada di dalam hatinya adalah Zafran. Zafran yang berada dalam tenda mendengar perbincangan tersebut seolah tercekat, terdiam dalam keterkejutan, pun dengan Arinda yang menyukai Genta.

Akhir Film 5 CM The Movie

Melompat beberapa tahun ke depan, pada pertemuan di rumah Arial. Zafran dan Riani sudah menjadi suami istri, begitu juga Arial dan Indi. Ian dengan Happy Salma sudah punya anak, beda lagi dengan novel.

Lalu ada pertemuan Genta dengan Arinda yang nampaknya akan berujung pada sebuah hubungan cinta juga. Genta bertanya tentang master yang diambil Arinda, persis saat mereka bertemu diawal film. Berbeda dengan novelnya dimana Arinda sudah bersuami dengan teman yang mereka temui di Jeep yang tidak ada di film.

End

Ya, itulah cerita dalam film 5 CM the Movie dan beberapa perbandingan dengan novel asli yang menjadi sumber cerita. Dalam novelnya Dhani Dirgantoro memang kadang terlalu bertele – tele dalam bercerita, namun kepintaran dalam memilih kata – kata saya rasa tetap membawa cerita yang renyah dan sering kali mengocok perut.

Seperti kebanyakan film yang berasal dari novel, tantangannya adalah mengemas cerita yang panjang menjadi film dalam kuota waktu standar film yang hanya sekitar 90 – 120 menit. Walau banyak perbedaan di sana – sini, film ini masih sangat layak untuk ditonton. Sangat menghibur.

2 pemikiran pada “5 CM The Movie; Versi Ringkas dari Novelnya”

  1. Kunjungan perdana nih. Saya komentarnya di sini aja ya. Bagi org yg belum nonton filmnya, tulisan ini mengandung spoiler kelas berat. Hehe. Untungnya saya udah nonton film dan baca bukunya juga. Saya sih kurang suka sinematografinya karena nuansanya terlalu kuning, warna pemandangan alam gak tampil natural.

    Salam hangat. Ditunggu kunjungan ke blog baru saya ya 🙂

    • Spoiler kelas berat, hahahaha… Iya kali mas, karena saya menekankan pada perbandingan dengan novelnya, so kenikmatan dalam meraba alur cerita jadi terganggu.

      Saya sendiri sih belum pernah naik ke Semeru atau gunung yang lainnya, jadi ya percaya saja dengan gambar yang ditawarkan, meski merasa kurang puas juga sih, karena dalam novel ceritanya panjang lebar, disana nampak kurang tereksplorasi 😀

Tinggalkan komentar