Long Way to Ketep Pass

Ketep Pass adalah salah satu obyek wisata yang ada di kabupaten Magelang, kemarin saya melakukan perjalanan singkat ke sana (singkat, cuman sekitar 30 menit on site 😛 ) Obyek ini memiliki daya tarik sebagai tempat untuk memandang puncak gunung merapi, dari sana pada cuaca yang cerah akan nampak dengan gagah Puncak Garuda yang merupakan puncak tertinggi Gunung Merapi. Tapi di sini saya tidak akan berbicara lebih mengenai tempatnya, melainkan pada perjalanannya.

Dimulai pada pukul 12.50 kemarin siang, saya mengendarai motor sendirian ke sana, sepuluh nebit kemudian sudah sampai di Gemolong, dan sebelas menit kemudian di Kalioso. Awalnya saya rasa perjalanan menuju Ketep Pass yang paling sulit adalah menemukan jalan berliku dari Boyolali ke sana. Tapi justru sebaliknya, dari Kalioso saya sempet balik kanan beberapa kali untuk bertanya pada orang atau melihat lagi papan penunjuk jalan menuju Boyolali kota. Hingga sampai akhirnya saya benar-benar sampai di Pusat kota Boyolali pada pukul 14.02 .

Kota Boyolali

Mulai dari sini, saya mulai menyiapkan gambar panduan yang telah saya siapkan pada hari sabtu,

Boyolali - Ketep Pass

Namun ternyata gambar tersebut kurang berguna, karena di jalanan sudah ada papan penunjuk yang dengan jelas menunjukkan arah menuju jalur wisata Solo-Selo-Borobudur.  Marka jalan juga sudah beda, ada warna putih dan kuning yang sudah pudar.

Karena takut kehabisan bensin, pada POM bensin setelah kota Boyolali yang jaraknya sekitar 4 km, tangki saya penuhi, selepasnya dari POM bensin udara sudah terasa dingin, khas pegunungan. Pada jarak tempuh 10 km dari kota Boyolali, kita sudah sampai di kota kecamatan Cepogo, ada pasar yang ramai terus sampai saat saya pulang sorenya sekitar pukul setengah lima.

Cepogo

Mulai dari Cepogo, jalanan khas pegunungan yang berkelak-kelok bolak balik harus mulai kita daki, meski kadang juga ada jalan yang lurus-lurus saja.

Semakin tinggi, kabut semakin tebal, saya sampai merasakan dinginnya di jari-jari saya. Pemandangan indah pun mulai silih berganti di kanan dan kiri jalan, menjadikan mata ini tiada lelah untuk sesekali mencuri pandang disela-sela usaha mengendalikan laju motor. Berikut adalah salah satu foto yang saya sempet-sempetin ambil dengan berhenti di jalanan yang dari tadi sudah banyak muda-mudi mojok berduaan di tepian jalan, terutama pada tikungan-tikungan tajamnya.

Pemandangan Cepogo - Selo, Boyolali

Setelah perjalanan panjang yang menguras energi dan konsentrasi, dan bahkan saya hampir saja ingin kembali, karena membayangkan jarak yang sudah jauh, ditambah medannya yang naik-turun disertai kabut tebal yang saya khawatirkan akan menjadi hujan. Namun ketika bertanya sebentar kepada ibu-ibu yang ada di pinggir jalan tentang Ketep Pass, saya jadi mengurungkan niat tersebut, karena ibu tersebut bilang Ketep Pass tinggal 2 km lagi. 😆 Nyesel banget kalau sudah sampe situ tapi balik lagi.

Papan Petunjuk di Ketep Pass

Pukul 03.10an saya tiba akhirnya, Agak kecewa juga sih, soalnya kabut sudah semakin tebal, sehingga tidak ada gunung yang bisa dilihat dari sini. Jarak pandang maksimal mungkin hanya 100 meter saja, tapi sebagai obat kecewa ya saya tetap masuk, dengan tiket 3 ribu rupiah, kita sudah bisa masuk ke dalam salah satu bangunan utamanya, yang menyajikan berbagai informasi tentang ke gunung-apian.

Bangunan beratap kubah ini, memiliki miniatur gunung merapi pada tengah-tengah lantainya, persis di bawah kubah tersebut. Pengunjung dipaksa untuk mengitarinya jika ingin berjalan pada area-area selanjutnya.

Miniatur Gunung Merapi di Ketep Pass

Selanjutnya ada volcano theater dan juga patung Puncak Garuda di dekat prasasti peresmian areal ini oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tahun 2002.

Patung Puncak Garuda

Prasati Peresmian Ketep Pass

Kabut yang tebal membuat kekhawatiran saya akan hujan semakin besar, akhirnya saya tidak berlama-lama di sana. Agak sayang juga sih, tapi mau apa lagi, saya datang pada saat yang kurang tepat, kabut tebal, waktu yang mepet, ditambah lagi cuman sendirian, jadinya ya ga betah-betah amat di sana. Jadi pelajaran aja nih, kalau pergi ke tempat wisata jauh, enaknya ajak temen, dan jangan lupa untuk berangkat pagi-pagi, biar waktu yang kita miliki jadi banyak. 😀

2 pemikiran pada “Long Way to Ketep Pass”

  1. Ping-balik: Rezza Habibie

Tinggalkan komentar